JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono, memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan oleh Kementerian BUMN. Baik secara langsung ataupun secara konsolidatif dengan seluruh perusahaan-perusahaan BUMN yang ada di Indonesia.

“Dan saya juga memberikan apresiasi atas himbauan yang juga diteruskan oleh pemerintah terkait dengan Work From Home yang ini sebetulnya juga sangat dilematik bagi kita semuanya. Dilematik jika kita melakukan Work From Home artinya produktifitas di tempat-tempat tertentu di BUMN-BUMN yang produksinya harus dikawal juga pasti sedikit terhambat,” kata Ibas, sapaan akrabnya, dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Ibas menyampaikan hal tersebut saat rapat kerja Komisi VI DPR RI secara vistual dengan Menteri BUMN, Erick Thohir, dan jajarannya, beberapa hari lalu. Sementara Tagline besar kita BUMN hadir untuk Negeri.

“Saya, kami tentunya hanya mengingatkan sekali lagi agar bisnis BUMN-BUMN tetap sehat tetap terkonsolidasi walaupun dilakukan secara jarak jauh, apalagi kita tahu tahun ini bukan tahun yang menyenangkan banyak indikator-indikator ataupun pengamat-pengamat ekonomi bahkan di Dunia memprediksikan pertumbuhan kita juga pasti akan menurun bahkan di dunia cenderung negatif,” katanya.

Sehingga perlu dipastikan Cash Flow-nya aman betul para BUMN-BUMN, spendingnya juga tepat sasaran dikontrol betul temasuk utangnya. “Bayangkan saja kalau pengusaha-pengusaha atau usaha-usaha sektor swasta saja sekarang kesulitan,” katanya.
Sementara terkait dengan pendemo Covid-19, Ibas menegaskan, prioritas utama saat ini adalah keselamatan rakyat.

“Kita harus hadir untuk memberikan solusi. Produksi-produksi BUMN BUMN di tanah air kita tetap harus diperhatikan. Kita harus bisa menjadi champion kalau bisa ya kita buka kesempatan juga untuk mencari peluang tersebut seperti juga yang disampaikan kawan-kawan,” papar anggota Komisi VI DPR RI ini. Karena menurut Ibas, dibalik sebuah musibah pasti ada peluang.

“Kalau kita bisa memproduksi masker secara besar-besaran setelah kebutuhan Indonesia terpenuhi, Why not?,” katanya.

Di bagian lain Ibas mengingatkan agar kementerian BUMN untuk menunda sementara proyek-proyek strategis yang sangat Mercusuar yang sangat tidak diperlukan. Bukan berarti membatalkan sehingga mangkrak, tetapi paling tidak menunda sesaat sampai dengan strategi untuk Refocusing, Realokasi benar-benar berjalan seperti apa yang diinginkan Presiden dan Pemerintahan. Lain-lain tentunya karena BUMN juga ada fasilitasi Rumah Sakit, ada 35 rumah sakit BUMN, mengapa tidak dijadikan itu Pilot Project.

“Jangan sampai kita mendengar banyak sekali komplain Masyarakat terkait dengan Wisma Atlet. Kalau mereka Wisma Atlet saja yang terdekat dengan Jakarta fasilitas perawatanya, fasilitas kesehatanya terhambat bagaimana Rumah Sakit BUMN lainya?,” tanya Ibas. Ibas kemudian juga mendorong agar BUMN juga bisa bekerja sama dengan Laboratorium-laboratorium lainya yang hari ini kan terbilang sangat sedikit 12 laboratorium.

Ibas menegaskan, Fraksi Partai Demokrat juga memandang BUMN tidak hanya yang berkaitan dengan kesehatanya saja, tetapi BUMN juga harus hadir untuk memastikan ketersediaan LPG, Gas, BBM, listrik dan Koneksi Internet.
“Sebagai wakil rakyat kami juga sejalan dengan apa yang disampaikan Presiden dan pemerintah Social Safety Net harus disiapkan dengan baik, BLT bisa juga melalui Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” tandasnya.(Mar, koranindonesia.id)