Trenggalek – Puluhan hektare tanaman padi di Trenggalek, Jawa Timur roboh dan rusak akibat diterjang hujan deras dan angin kencang, untuk menghindari kerugian yang lebih besar, para petani terpaksa memanen lebih dini. 
 
Tanaman padi yang roboh tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Kecamatan Trenggalek, Karangan, Pogalan, Gandusari dan Kecamatan Kampak. Para petani mengaku terpaksa memanen lebih dini meskipun usianya baru mencapai 90 hari dan bulir padi masih berwarna hijau.
 
“Karena apabila dibiarkan akan membusuk, mengingat di sawah di sini (Trenggalek) tergenang air,” kata salah seorang petani, Mohammad Yani. 
 
Menurutnya, padi-padi tersebut seharusnya dipanen pada usia 100 hingga 110 hari, pada usia tersebut padi telah berisi dan mulai tua. Selain panen dini, hasil panen para petani di Trenggalek juga mengalami penurunan tajam jika dibanding kondisi normal.
 
“Sawah saya ini biasanya menghasilkan padi sekitar satu Ton, tapi kalau sekarang kami perkirakan hanya seperempatnya saja,” ujarnya. 
 
Yani menambahkan, proses panen padi yang rusak juga membutuhkan waktu yang lebih lama, dalam kondisi normal proses panen satu petak sawah hanya membutuhkan kurang dari empat hari, namun untuk padi roboh bisa mencapai satu minggu lebih. (dim)