PONOROGO – Peredaran Narkoba di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur benar-benar cukup memprihatinkan banyak pihak. Selain terkenal dengan kesenian Reyognya, Ponorogo juga dijuluki kota santri. Tetapi dibalik itu semua, Ponorogo sekarang harus benar-benar dibenahi akhlaq dan mentalnya.

    Hal itu, terungkap dari kerja keras Polres Ponorogo dalam melaksanakan Operasi Bersinar Semeru 2016, yang digelar 21 Maret hingga 23 April 2016 lalu. Sangat mencengangkan, Polres Ponorogo sedikitnya telah berhasil membekuk 16 orang  pengedar sabu dan dobel L yang selama ini beroperasi di wilayah hukum Polres Ponorogo. Menurut  Kapolres Ponorogo, AKBP. Ricky Purnama, S.I.K, M.H.   saat menyampaikan Press Release  di Mapolres Ponorogo, kemarin.

    “Kabupaten Ponorogo benar-benar perang terhadap peredaran Narkoba dan obat-obatan terlarang,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama. Lebih lanjut dia menjelaskan  dari  16 orang yang terjaring dalam operasi tersebut  terpantau  laki-laki 14 orang  dan perempuan 2 orang. “Kita juga berhasil mengamankan barang bukti masing-masing sebanyak 1.700 butir pil dobel L dan sabu seberat 4,7 gram,”  jelasnya.

    Lebih lanjut, AKBP Ricky Purnama juga  menambahkan bahwa jajaran Polres Ponorogo juga merasa prihatin, karena yang disasar adalah kalangan anak muda dan pelajar. Pihaknya juga  mengajak kepada masyarakat agar bersama-sama memerangi Narkoba dilingkunganya.

 

    “Pemberantasan Narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab Satreskoba saja, seluruh jajaran Polres juga mempunyai tanggung jawab yang sama. Terlebih lagi peran masyarakat dilingkunganya masing-masing. Silahkan melaporkan kepada aparat kepolisian jika menemukan peredaran dan penggunaan Narkoba dilingkungan masing-masing,” tukasnya. (mnc)