PONOROGO – Maraknya aksi kasus curanmor membuat Kapolres Ponorogo AKBP Yuda Gustawan tergerak untuk memotivasi anggotanya. Rabu (3/4)  kemarin misalnya, sebanyak 12 anggota Polres Ponorogo baik dari Polsek jajaran maupun dari Polres, diberikan penghargaan khusus oleh Kapolres.

Sebanyak 12 anggota tadi telah berhasil mengungkap beberapa kasus seperti penangkapan narkoba jenis sabu-sabu oleh Aiptu Johan Totoe Arema dan anggotanya dari jajaran Sat Reskoba, pengungakapan kasus Curanmor dari anggota Satuan Lantas, Polsek Ngebel, Polsek Somoroto, pengungkapan kasus pemalsuan SIM palsu oleh Aiptu M Sutarto dan anggotanya dari jajaran Satuan Lalu Lintas.

Pengungkapan kasus pencurian burung dari anggota Polsek Somoroto yang pada bulan kemarin kembali marak. Pemberian penghargaan kepada kedua belas anggota yang telah berhasil mengukir prestasi dalam bidang tugasnya tersebut, oleh Kapolres diharapkan mampu menjadi pemicu semangat dan motivasi bagi anggota yang lain.

“Terlebih lagi dengan maraknya berbagai aksi kasus curat, dan curanmor yang terjadi dalam beberapa pekan kemarin, dibutuhkan kejelian dan kemauan serta kerja keras anggota dilapangan untuk mau memberikan pelayanan, dan perlindungan kepada masyarakat, agar tercipta  rasa aman dan nyaman di wilayah Ponorogo,” ungkap AKPB  Yuda Gustawan.

Ada reward bagi yang berprestasi ada juga punishment untuk yang dianggap masih kurang. “Sengaja memang saya adakan berbagai lomba, baik fungsi tekhnis maupun ketrampilan, supaya anggota lebih termotivasi,” tambahnya.

Polsek Jetis mendapatkan bendera hitam lantaran prestasinya yang dianggap kurang dalam hal ungkap kasus, Polsek Balong peraih bendera hitam dalam hal lomba bela diri, dan Polsek Ngebel peraih bendera hitam dalam kategori lomba bongkar pasang senjata. (MUH NURCHOLIS)