Pacitan- Untuk mencegah munculnya acaman yang berpotensi mengganggu kelancaran ibadat, 64 personel Kepolisian (Polres) Pacitan, Jawa Timur (Jatim) disiagakan untuk pengamanan kegiatan peringatan wafatnya Isa Al Masih.

Mereka ditempatkan di sejumlah gereja yang digunakan untuk kegiatan kebaktian. Pengamanan menggunakan model terbuka dan tertutup. Selain polisi berseragam, disekitar gereja juga ditempatkan personil keamanan berpakaian preman. Mereka juga dilengkapi dengan peralatan metal detector maupun mirror detector.

“Teknisnya kita akan melakukan sterilisasi didalam gereja menggunakan metal detektor dan memeriksa setiap jemaat sebelum masuk ke tempat ibadah ” kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Pacitan Komisaris Polisi (Kompol) Kustono, Jumat (29/3).

Selain potensi ancaman keamanan konvensional, personil kepolisian juga mewaspadai tindakan teror. Terlebih Kabupaten Pacitan berada di titik persimpangan tiga provinsi. Yakni Jatim, Jawa Tengah (Jateng), dan Yogyakarta.

Karena itu, pada malam-malam tertentu personil gabungan polisi dan Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD) menggelar razia di kawasan perbatasan. Selain pengamanan langsung di lokasi ibadat, untuk gereja yang lain, pengamanan tetap dilakulan. Yakni dengan patroli.

Sesuai rencana, pengamanan akan dilakukan sampai tanggal 31 Maret nanti. “Kewaspadaan akan kita tingkatkan. Namun dengan melihat situasi dan perkembangan kondisi di lapangan,” ucap Kustono.
Sementara itu, dari hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan sejak tanggal 22 Maret lalu polisi berhasil menangani 21 kasus pelanggaran hukum. Angka ini adalah 60 persen capaian dari target sebanyak 35 kasus.

Kabag Ops berharap dalam sisa waktu yang ada pihaknya dapat memenuhi target tersebut. Ada lima hal yang menjadi atensi Operasi Pekat. Seperti premanisme, pornografi, prostitusi, perjudian, dan peredaran minuman keras. (Frend Mashudi)