PONOROGO – Aksi masyarakat disejumlah wilayah yang menolak hasil pemilihan Kepala Desa menjadi perhatian khusus Pemerintah Daerah. Apalagi aksi unjuk rasa tersebut melibatkan puluhan hingga ratusan warga, menjadi analisis tersendiri. Terakhir  warga Desa Trisono, Kecamatan Babadan menolak secara tegas hasil perhitungan suara yang dinilai telah dilakukan manipulasi. Sebelumnya ratusan warga desa Ngloning, Slahung juga menggeruduk kantor Kecamatan untuk menyampaikan aspirasinya menolak hasil Pilkades dan memintanya untuk diulang kembali. Tahap IV Pilkades untuk 66 desa yang digelar 3 Juni mendatangpun dalam proses pemetaan khususnya untuk wilayah yang rawan. 

Kepala Bapemas Pemdes, Najib Susilo saat dikonfrmasi  www.edhiebaskoro.com , Selasa (21/5) mengatakan, warga yang menyampaikan aspirasi atau unek-uneknya diera Demokrasi ini diperbolehkan. Namun pihaknya akan berpegang pada aturan yang berlaku. Menyampaikan aspirasi warga dapat disampaikan pada panitia pengawas atau ditingkat kecamatan. “Keberatan hasil Pilkades itu salah satunya harus disampiakan dua hari setelah pencoblosan. Itu salah satu aturan yang berlaku, kita berpedoman pada hal itu,” terangnya.

Ia juga mengatakan, aksi warga akhir akhir ini, juga mendapatkan perhatian serius dari pemertintah Daerah. Sejumlah analisis telah didapatkan dari berbagai kejadian. Harapaannya suasana Pilkades  aman, tertib dan kondusif menjadi yang paling utama. Pihaknyapun tidak bisa menghentikan warga yang akan menyampaikan aspirasinya terhadap hasil Pilkades. Namun demikain, aturan yang ada harus tetap ditegakkkan. “tidak bisa menghentikan uneg uneg warga dengan berbeda pendapat seperti itu. Silahkan saja menyampaikan aspirasinya sesuai dengan aturan yang berlaku,” paparnya.

Lebih lanjut Najib mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan tahap ke IV Pilkades di tahun 2013 ini. Sebanyak 66 pemilihan kepala desa yang tersebar hampir seluruh wilayah Ponorogo. Dari 66 Pilkades sudah ada pemetaan bagi wilayah yang dinilai cukup rawan. Salah satunya, gejolak masyarakat akan calon pemimpinnya. “Ada pemetaan khusus akan wilayah yang dinilai rawan. Saat ini masih dalam proses kesitu,” pungkasnya. (MUH NURCHOLIS)