PONOROGO – Musim hujan tahun ini benar benar membuat puyeng masyarakat maupub Pemkab Ponorogo. Betapa tidak, karena intensitas curah hujan tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah yang tersebar di 21 kecamatan yang ada.
     Bukan hanya banjir, tetapi tanah longsor juga selalu menghantui ketenangan warga di ujung barat bagian selatan Jawa Timur ini. Bahkan hingga Kamis (14/4) ini masih banyak areal persawahan maupun pemukiman warga yang terendam air bah.
     Berpuluh-puluh hektar tanaman padi juga terancam rusak, karena terendam air luapan sungai dalam beberapa hari. “Kami setiap tahun selalu merugi karena tanaman padi kami sering kebanjiran,” keluh Miskan, petani warga Desa Bajang, Kecamatan Balong.
     Sementara itu, akibat banjir ini juga manyebabkan infrastruktur jalan semakin parah kerusakannya. “Kabupaten Ponorogo adalah salah satu wilayah yang paling sulit bagi warga maupun pemakai jalan untuk menikmati jalan raya yang mulus karena jalan banyak yang berlubang,” ungkap Tudji, warga Desa Prayungan, Kecamatan Sawoo.
     Bahkan beberapa jembatan penghubung antar desa maupun kecamatan mengalami kerusakan bahkan nyaris putus. “Jembatan di Desa Grogol juga ada yang putus akibat banjir kemarin,” papar Kasubag Humas Pemkab Ponorogo, Setyo Budiyono.
     Dia memaparkan jika jembatan penghubung desa di Kecamatan Jetis juga nyaris putus yaitu jembatan Jintap-Tegalsari. “Jembatan ini menghubungkan beberapa desa sekaligus akses utama ke wisata religi masjid dan makam Ki Ageng Khasan Besari Tegalsari,” paparnya.
     Jembatan Sawoo juga nyaris putus dan membahayakan pengguna jalan. “Akses empat desa, yaitu Desa Temon, Sriti, Tempuran dan sebagian Pangkal terputus menuju Kecamatan Sawoo karena jembatan Sawoo sudah hampir ambrol,” tegas Katmanto selaku Kades Sriti, Kecamatan Sawoo.
    Pihaknya sudah melaporkan dan mengusulkan perbaikan jembatan Sawoo ke Pemkab Ponorogo, DPRD Ponorogo hingga DPR RI. “Tapi belum ada kejelasan perbaikan malah sekarang kondisinya mengkhawatirkan, ini harus menjadi perhatian semua pihak,” terangnya. (MUH NURCHOLIS)