PACITAN- Kabupaten Pacitan memang masuk zona hijau masalah ketersediaan pangan. Hal tersebut merujuk hasil survey secara mendalam pada level kabupaten yang pernah dilakukan dua perguruan tinggi ternama sekitar Tahun 2009 lalu. Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Pacitan, Muhammad Yunus, menegaskan, menurut data, ketersediaan pangan di Kabupaten Pacitan memang cukup melimpah. Itu terjadi untuk tiga komoditas. Yaitu beras, jagung dan ubi kayu. Kondisi tersebut juga berlaku terhadap komoditas lainnya. Dia mengatakan, tingkat konsumsi masyarakat masih jauh dibawah ketersediaan pangan. “Memang ketersediaan pangan di Pacitan sangat melimpah,” jelasnya, Kamis (7/3).
Sekalipun begitu, pejabat yang lama bertugas sebagai kepala bidang di Dinas Kelautan Dan Perikanan ini sedikit gamang soal belum tersedianya peta rawan pangan di Pacitan. Rasa was-was tersebut bukannya tanpa alasan. Sebab pada tahun 2006 silam, sebanyak 10 desa yang tersebar di tiga kecamatan di Pacitan sempat diklaim sebagai daerah rawan pangan. Hal tersebut berdasarkan hasil survey mendalam dilevel desa yang pernah dilakukan Universitas Bhrawijaya. Yunus mengungkapkan, kesepuluh desa tersebut diantaranya Desa Penggung, Ngromo, Jetis Lor, Sempu dan Mujing. Lima desa tersebut berada di Kecamatan Nawangan. Sementara di Kecamatan Tegalombo seperti Desa Kemuning, Ngreco, Kasihan, serta Ploso. Dan di Kecamatan Tulakan, hanya ada satu desa yaitu Jati Gunung. “Progress terakhir kita belum bisa memastikan. Apakah kesepuluh desa tersebut saat ini masih tergolong daerah rawan pangan, ataukah tidak. Sebab belum pernah ada survey lanjutan,” ujarnya, kemarin.
Sementara itu Heilda TH, Staf Program Dan Perencanaan, Kantor Ketahanan Pangan Pacitan menambahkan,  di Provinsi Jatim, khususnya wilayah Tapal Kuda atau tepatnya di Madura, masih tergolong zona merah. “Artinya didaerah tersebut masih tergolong paling rawan pangan,” sebutnya.
Heilda mengatakan, untuk menentukan daerah tersebut masuk kategori rawan pangan ataukah tidak, setidaknya ada 13 indikator penentu. Diantaranya seperti ketersediaan pangan setara beras, prosentase lahan tidak beririgasi, akses pangan dan penghidupan, pemanfaatan pangan, serta kerentanan terhadap kerawanan pangan transien.Yuniardi Sutondo