TRENGGALEK – Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak memastikan pemerintah akan terus mengawal proses relokasi ratusan warga Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu yang terdampak proyek pembangunan Bendungan Tugu. 
 
“Pemerintah wajib hadir dan ikut memikirkan warga yang rumahnya digusur akibat bendungan,” kata EMil Dardak, saat berkunjung ke kawasan relokasi di Dusun Gembung dan Dusun Pringombo, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu.
 
Menurutnya, seluruh masyarakat yang terdampak dinilai cukup proaktif dan mendukung penuh adanya mega proyek yang digarap pemerintah pusat tersebut. Sehingga proses pembebasan lahan bisa berjalan denga baik.
 
Sejumlah warga mulai membangun rumah di wilayah relokasi, bahkan sebagian besar diantaranya telah selesai dikerjakan dan mulai ditempati. “kami memberikan apresiasi kepada warga Nglinggis, selanjutnya pemerintah akan memfasilitasi untuk proses pengurusan sertifikasi tanah,” ujar Emil.
 
Doktor termuda di Jepang ini menambahkan, saat ini proses pembangunan Bendungan Tugu terus dilakukan, bahkan sudah mencapai 35 persen. Seluruh proses ini diharapkan akan rampung pada pertengahan tahun 2017 mendatang. 
 
Mega proyek yang menelan anggaran dari pemerintah pusat lebih dari Rp600 miliar tersebut nantinya diharapkan bisa mengurangi 50 persesn potensi banjir yang ada di Trenggalek. Selain itu, aliran dari bendungan juga bisa dimanfaatkan untuk mengairi ribuah hektare sawah yang ada di Trenggalek maupun Tulungagung.
 
Tak hanya itu saja, proyek yang dimulai sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga bisa menjadi salah satu alternatif wisata sekaligus menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).(Dimas)