PONOROGO – Ada yang berbeda dengan pagelaran wayang kulit yang digelar setiap 35 hari sekali di Paseban Aloon-Aloon Ponorogo. Pasalnya pagelaran wayang kulit yang digelar kemarin malam ternyata semua pemainnya adalah pelajar dari SMA Negeri 1 Ponorogo.
Para pelajar itu begitu rangka menunjukkan kebolehannya. Mulai dari Dalang, Seniwati atau Sinden maupun pengrawit atau penabuh gamelan pagelaran wayang kulit semalam suntuk semuanya adalah pelajar.
Menurut Imam Purbo Sasongko selaku Koordinator Paguyuban Dalang Manik Maya Ponorogo mengaku bangga dan terharu atas kebolehan pelajar SMA Negeri 1 Ponorogo dalam mentaskan seni wayang kulit komplit. Padahal sebelumnya dia tidak mengira pelajar mampu dan bisa memaikan wayang kulit.
Menurut Imam Purbo Sasongko, mungkin karena intens berlatih akhirnya anak muda Ponorogo tersebut biasa. “Luar biasa, pelajar Ponorogo ternyata mampu menjadi seniman tulen dalam kesenian wayang kulit, karawitan maupun sinden atau penyanyi pengiring Karawitan,” ungkap Imam Purbo Sasongko, Senin (28/11).
Lebih lanjut, dia berharap semua pihak peduli terhadap kesenian tradisional. “Insya Allah kesenian asli Indonesia bisa menjadi filter atas banyaknya budaya barat yang masuk ke negara kita dan ternyata banyak yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita,” ucapnya.
Malam itu pelajar SMA Negeri 1 Ponorogo yang menjadi dalang adalah Ki Galih Wahyu bersama Grup Karawitan Ganesha Laras SMA Negeri 1 Ponorogo. Bahkan seniman Karawitan tersebut semuanya adalah pelajar putri sekolah tersebut. Lakon atau cerita yang dimainkan Ki Galih Wahyu adalah Sesaji Raja Suya. (MNC)