Genderang Pemilukada Magetan sudah di tabuh. Dengan mengusung pasangan Djoko Prabowo dan Hartoto (DJOWO-TOTO), Partai Demokrat (PD) bertekad menangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Magetan 24 April 2013 mendatang, berkompetisi dengan pasangan incumbent Sumantri – Samsi (SMS) dan Nanik Karsini – Sugiho Pramono (NASPRO).  Pasangan Djowo-Toto optimis dengan visi dan misi  “Membangun kebersamaan menuju Magetan yang dinamis, berdaya saing dan bermartabat” pihaknya akan memenangkan pemilukada Magetan dalam satu kali putaran.


MAGETAN-Langkah itu telah dipilih, peruntungan nomor pun sudah diundi. Pasangan Djoko Prabowo-Hartoto (Djowo-Toto) akhirnya mendapat nomor urut 3.  Berada di nomor urutan terakhir, Djowo-Toto menganggap sebagai anak bontot yang akan memberikan kejutan dalam pilkada nanti. Pasangan yang diusung partai Demokrat, PAN dan Patriot dan sejumlah partai non parlemen itu yakin dapat berbicara banyak karena tidak sekadar penonton. ‘’Kami siap segalanya. Konsolidasi sudah matang, dan siap berlaga untuk memenangkan pilkada Magetan,  ,’’tegas  Djoko Prabowo .

Seperti diketahui, pasangan Djoko Prabowo sebelum diusung Partai Demokrat (PD), merupakan calon dari PDIP. Namun, dari tiga calon bupati Magetan yang dimiliki, rekom DPP PDIP jatuh ke incumbent Sumantri – Samsi (Ketua DPC Magetan). Tidak aneh kalau banyak kader PDIP yang dekat dengan Djoko Prabowo, karena sebelumnya banyak kader PDIP yang berharap rekom jatuh ke Djoko Prabowo, purna Kolonel TNI-AD ini.

Latar belakang  Djoko Prabowo merupakan purnawirawan TNI berpangkat Kolonel dengan karir cemerlang. Karir kemiliternanya bisa dibilang mulus dengan jabatan terakhir sebagai  Ditfasjas Ditjen Kuathan Kemhan. “Saya ingin masyarakat Magetan lebih aman dan  sejahtera, saya mengajak kepada seluruh Tim untuk bekerja bersama- sama demi tercapainya Tujuan bersama, yakni memenangi Pilkada Magetan, dengan bekerja keras dan berkomitmen tinggi menuju perubahan, niscaya perubahan yang akan kita harapkan akan benar- benar terwujud, kami yakin menang satu putaran” tukas Djoko Prabowo.

Djoko mengakui, pengalamannya didunia kemiliteran sedikit banyak telah menginspirasi dirinya untuk selalu dekat dengan masyarakat. Bagaimana seorang militer memiliki insting dan kepekaan dalam menangkap persoalan-persoalan yang muncul ditengah masyarakat. “Berbagai akumulasi aspirasi masyarakat, seyogyanya dicarikan pemecahan yang solutif, dan itu menjadi komitmen saya setelah purna dari tugas kemiliteran, berjuang sepenuhnya untuk masyarakat Magetan, membangun kebersamaan menuju Magetan yang dinamis, berdaya saing dan bermartabat, sesuai dengan misi dan visi kami,” imbuhnya.

Pasangan Djowo-Toto yakin nomor urut 3 adalah hoki dan sarat filosofi. ”Dalam istilah Jawa nomer 3 itu adalah duduk( lungguh) yang artinya dekat dan melayani masyarakat”, dan ini merupakan awal untuk menuju perubahan magetan, nomer 3 nomer yang sangat enak sebagai alat memperagakan kepada pemilih, dan semoga nomer ini akan jadi nomer keberuntungan kami menuju perubahan” jelas Djoko Prabowo.

Hal senada diungkapkan Hartoto, pencalonanannya sebagai wakil bupati mendampingi Djoko Prabowo merupakan bentuk nyata perjuangannya untuk rakyat. “mari kita wujud kebersamaan yang menjadi sinergi positif masyarakat Magetan dalam melaksanakan dan menikmati hasil pembangunan secara bersama-sama, tidak mementingkan kelompok dan mengedepankan semangat gotong royong serta menghormati perbedaan masyarakat Magetan,” ujarnya.

Dirinya bersama calon bupati Djoko Probowo ingin masyarakat Magetan bahagia secara lahiriah sebagai wujud kemapanan batiniah dalam berbagai sektor kehidupan. Sejahtera menunjukan keadaan aman dan sentosa; Berkarya, mewujudkan Magetan yang berjaya, menurunkan jumlah masyarakat miskin seminimal mungkin dari total populasi Magetan, dan membuka peluang investasi serta lapangan pekerjaan bagi masyarakat Magetan.

“Dari sisi pendidikan dan keagamaan, kita mengharapkan terbentuknya masyarakat Magetan yang berbudi luhur dan bermartabat, terpenuhinya sarana belajar yang kondisif serta pembelajaran yang dilandasi nilai-nilai lokal akan kita dorong untuk mewujudkan masyarakat magetan yang berbudi pekerti,” ungkap Hartoto, yang saat ini menjabat sebagai ketua DPC Partai Demokrat Magetan.

Tak bisa dipungkiri kemampuannya menyerap aspirasi ditingkat bawah sudah dimiliki Hartoto sejak dirinya aktif sebagai wakil rakyat. Sebelum hijrah ke Partai Demokrat, sosok Hartoto telah malang melintang didunia perpolitikan Magetan. Pada pemilu 2009, dirinya di percaya memegang tampuk pimpinan sebagai ketua DPC Partai Patriot yang mengantarkannya menduduki kursi dewan Magetan.

Selain aktif didunia perpolitikan, sosok yang gemar olahraga menantang motor cross ini juga aktif dalam organisasi kepemudaan.

Hartoto juga melihat, sektor pertanian, perdagangan – perindustrian, pariwisata  diharapkan bisa menjadi pilar pertumbuhan ekonomi lokal yang menjanjikan. “jika disinergikan secara utuh mulai hulu sampai dengan hilirnya, masyarakat Magetan tentunya akan semakin sejahtera,” imbuhnya.

Sementara itu, Ali Basri Sekretaris DPC Partai Demokrat Magetan  berharap, kader PD di Kabupaten Magetan bisa mengambil hati masyarakat dengan selalu bersikap baik dan beretika. “Simpatik masyarakat itu akan bisa memenangkan suara rakyat dalam memenangkan pasangan calon bupati dan perolehan kursi di dewan mendatang,” kata Ali Basri.

Dirinya mengakui, saat ini partai sudah all out untuk memenangkan Djowo-Toto. “kita sudah matangkan sosialisasi untuk memenangkan pasangan calon DJOWO  TOTO dari Partai Demokrat di 18 kecamatan yang ada. Kecuali itu, kita juga akan membentuk saksi-saksi di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Ali Basri.

Keyakinan itu juga  tersirat saat Pasangan Djowo-Toto berkonsolidasi dengan Ratusan Kader dan Tim pemenangan Djowo- Toto di tingkat Daerah Pemilihan ( Dapil) beberapa waktu lalu.

Konsolidasi Tim Djowo- Toto diadakan di tiga tempat yakni di Rumah Hartoto, jalan raya Terung, Magetan, di Rumah Sutikno, ketua Partai Amanat Nasional Magetan, di jalan Raya Maospati- Magetan dan di rumah makan milik Kepala Desa Jomlang Kecamatan Takeran, Mardjianto, yang juga sebagai Tim Utama Pemenangan pasangan Djowo- Toto.

Menurut Basri, Konsolidasi dibagi per Dapil ini akan memudahkan pendataan dan lebih efisien daripada pertemuan tim secara serentak. “Insyaalloh semua lini sudah siap memenangkan pasangan Djowo-Toto,” tandasnya.

Pun dengan Partai Amanah Nasional ( PAN) Sebagai salah satu Partai Pengusung Pasangan Djowo – Toto Optimis jika nanti akan Memenangi Pilkada Kabupaten Magetan, dengan perolehan kursi di dewan sebanyak Empat Kursi, PAN Yakin akan mampu memberikan Sumbangan Suara yang signifikan terhadap Pasangan tersebut.

Seperti yang diungkapkan Sutikno, Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Magetan, bahwa Koalisi antara Djowo- Toto( Djoko Prabowo dan Hartoto) sudah sejak awal direncanakan oleh Partai PAN. PAN Menilai Visi- dan Misi yang Kedua Pasangan tersebut sama dengan Visi dan Misi Partai berlambang Matahari bersinar ini.

“ Kami dengan Pak Djoko Prabowo Kenal baik dan sering berdiskusi tentang magetan, demikian juga dengan Pak Hartoto, sewaktu Beliau menjadi anggota Dewan Dulu, kami juga sering bertemu dan berdiskusi juga tentang kemajuan Magetan,berngkat dari Diskusi- Diskusi tersebut, muncul keinginan untuk menyatakan Kesepakatan mendukung beliau untuk maju dalam Pilkada Magetan 2013.” terangnya.

Ditambahkan Sutikno, Masa Pemilih PAN di Magetan merupakan Masa Riil dan bisa dipertanggungjawabkan, ini lantaran Partai  tersebut adalah Partainya orang- orang yang berkemajuan, dimana Pemilihnya merupakan pemilih yang Konsisten.

“saya berharap Masyarakat Magetan yang sudah Pintar ini bisa berfikir dengan Jernih, Kemudian memilih calon Bupatinya Pun tidak asal- asalan, mari memilih Pemimpin Magetan yang benar- benar bisa membawa Perubahan kea rah yang lebih maju dan baik” tambahnya.

bergabungnya Partai PAN mengusung pasangan Djowo- Toto, menambah semakin solid dan kuatnya suara untuk membawa perubahan magetan. Ditambah Dengan Bergabungnya Partai Patriot, Pimpinan Heri Siswanto, dimana partai Tersebut juga memiliki Kursi di Dewan, akan menjadikan Kekuatan Perubahan semakin terbuka lebar ke Depannya.

Hal yang sama juga dilontarkan Agung Hermawan, Sekretaris DPC. Partai Patriot Magetan, Pihaknya secara penuh mendukung pasangan Djowo-Toto. “Kita sudah melakukan penggalangan hingga ketingkat kader dan mendukung penuh untu menang dalam pemilukada April mendatang,” sergah Agung.

Tak bisa dipungkiri, dalam Pilkada Magetan 24 April 2013 mendatang, pasangan DJOWO TOTO merupakan pesaing berat dari pasangan incumbent Sumantri – Samsi (SMS) yang diusung PDIP dan didukung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selain pasangan perseorangan atau independen Nanik Karsini – Sugiho Pramono (NASPRO).

Pasalnya, pencalonan Djowo-Toto ternyata secara implisit  juga mendapat dukungan H Miratul Mukminin ( Gus Amik ), yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Menurut Gus Amik, Siapapun yang akan menjadi Bupati Magetan, diberangkatkan dari Partai manapun pada  akhirnya memiliki tujuan utama “ meningkatkan kesejahteraan rakyat”,  dan dalam mewujudkannya, akan menghadapi dua tantangan mendasar yaitu Sumber daya dan Sumber dana,” ungkapnya.

Sumber daya, meliputi letak geografis, infrastruktur,dan standart kompetensi birokrasi dalam mengemban fungsi public service. “Sementara untuk sumber dana, mencakup Pendapatan Asli Daerah, ataupun akses dalam pengembangan pemasukan kas daerah,” tegasnya.

Selain itu siapapun pemimpin yang akan dipilih rakyat, maka  diperlukan kriteria mendasar yaitu Jujur,  memiliki integritas, tidak tersandera kepentingan kelompok, berani, bisa tegas dan cepat mengambil terobosan dan keputusan Komitmen, bisa menjalankan agent of change, agent of development (pelopor perubahan dan pelopor pembangunan). “Calon pemimpin Magetan harus  Konsisten, bisa istiqomah dalam menjaga amanah,” harapnya.

Dirinya wanti-wanti agar para calon tidak sekedar bereforia untuk berfikiran menang dalam Pilkada ini. “Mereka harus bisa Sabar atine, Sareh pikirane, Saleh tumindake, Rumongso melu handarbeni, Wajib melu hangrungkepi, Murat sariro hangrosowani,” pesannya penuh filosofi. (Frend Mashudi/Maksum)