Trenggalek (edhiebaskoro.com)- Jelang pelaksanaan pemilu legislatif(pileg) yang tinggal menyisakan hitungan hari, panitia pengawas pemilu(panwaslu) Kabupaten Trenggalek masih kekurangan petugas pengawas.
Pasalnya, dihitung dari jumlah TPS yang ada dibanding dengan petugas pengawas dilapangan terdapat ketimpangan yang sangat luar biasa.
Dari total 1.635 TPS yang terdata, saat ini Panwaslu hanya memiliku tenaga PPK 471 personil. Perhitungan kasar, terdapat kekurangan 1.16s personil.
Ketua Panwaslu Kabupaten Trenggalek Andi Sofyan kepada wartawan, kekurangan tersebut dalam waktu dekat harus terpenuhi. Pasalnya, kebutuhan tenaga pengawas dinilai sangat perlu dalam pileg kali ini.
Salah satu tujuannya adalah untuk memaksimalkan pelaksanaan maupun hasil pemilu. Selain juga untuk mengantispasi berbagai kemungkinan pelanggaran maupun kecurangan saat pelaksanaan coblosan hingga perhitungan.
“Kami pikir sangat perlu. Setidaknya biar pesta demokrasi kali ini minim pelanggaran,” kata Andi. (25/2)
Namun, ketiadaan anggaran menjadi salah satu persoalan mendasar dalam rencana penambahan personil pengawas pemilu.
Sebagai langkah tepat, Panwaslu Kabupaten Trenggalek akan merekrut relawan pengawas. Artinya, relawan pengawas nantinya tidak akan mendapat honor atau sejenisnya.
“Namanya saja juga relawan. Mereka bekerja secara sukarela,” kata Andi Sofyan.
Rencananya, tenaga sukarelawan pengawas akan diambilkan dari pelajar. Yakni tingkat SMA maupun SMK.
Menindaklanjuti masalah tersebut, Panwaslu Kabupaten Trenggalek sudah meminta kepada PPK untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Dimas)