Pacitan-Kebangkitan bangsa memiliki arti penting bagi generasi muda. Alasanya, dengan memahami sejarah akan menanamkan etos perjuangan bagi generasi bangsa menuju negara yang maju. Demikian dikatakan Bupati Pacitan, membacakan pidato menteri Komonikasi Dan Informatika RI Tifatul Sembiring dalam upacara hari Kebangkitan Nasional 105 di halaman pendopo kabupaten, Senin (20/5).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, sejarah perjuangan bangsa telah membuktikan bahwa melalui pendekatan dialog serta bersatunya semua elemen bangsa menjadi kekuatan yang besar untuk menyelesaikan persoalan. Kebangkitan bangsa 20 mei 1908 telah menorehkan tinta emas bagi perjuangan bangsa yang dilanjutkan dengan pergerakan pemuda melalui sumpah pemuda 1928.Perjuangan politik tersebut berbuah manis hingga bangsa Indonesia dapat merebut kemerdekaan tahun 1945.

Bagi generasi sekarang, perjuangan tentu belum selesai. Masih banyak tantangan kedepan, mewujudkan negara Indonesia yang bersatu, memiliki daya saing kuat serta maju. Peringatan hari kebangkitan nasional di Pacitan dirangkaikan dengan hari Malaria sedunia, Hari PMI sedunia serta hari otonomi daerah.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan penghargaan kepada generasi berprestasi. Diantaranya, Juara olimpiade Sains, Seni dan Olahraga Nasional tingkat SLTP,SLTA, juara guru dan kepala sekolah berprestasi 2013 serta juara olimpiade sains guru nasional. Selain itu juga diserahkan penghargaan bagi peraih juara tingkat provinsi, antara lain, juara 1 lomba UKS yang diraih MIN Bungur Tulakan, Camat berprestasi oleh camat Pacitan serta juara III bulan bhakti gotong royong oleh desa Sedayu kecamatan Arjosari. Lomba LKS SMK tingkat Provinsi yang diraih masing masing kejuaraan oleh siswa siswi SMKN 1, SMKN 2 Pacitan, SMKN 1 Donorojo serta SMKN 1 Nawangan.Usai upacara bendera Bupati dan Muspida melanjutkan agenda dengan tabur bunga di taman makam pahlawan Bunga Bangsa. (frend Mashudi)