Pacitan – Menkop dan UKM Syarif Hasan mengajak semua elemen untuk turut serta memberantas kemiskinan. Khusus Pacitan, Kementrian Koperasi dan UKM akan memberi atensi khusus agar angka kemiskinan terus turun tiap tahunnya. Salah satunya adalah penguatan koperasi dan industri kecil dengan bantuan lunak.

 

“Kalau semua stake holder bahu membahu dan bekerja keras angka kemiskinan akan menurun dengan drastis. Bahkan tidak sampai satu tahun persoalan tersebut dapat diselesaikan,” kata Syarif Hasan saat meresmikan sentra kulakan Pos Daya di kabupaten Pacitan.

 

Menteri juga mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pos Daya. Gerakan yang dimotori oleh Prof Haryono Suyono itu telah melakukan langkah-langkah nyata untuk menurunkan angka kemiskinan. Karena, program Pos daya sudah sampai tingkat desa bahkan dusun.

 

“Dengan berdirinya sentra kulakan pos daya bisa lebih memberdayakan warung-warung kecil dan bisa mendongkrak pendapatan masyarakat. Kesehatan, pendidikan akan lebih bagus. Sehingga indeks pembangunan manusia di Pacitan akan lebih bagus. Dengan bekerja keras semua persoalan kemiskinan dapat diatasi,” tegas Syarif Hasan.

 

Sementara, Prof Haryono Suyono mengatakan Pos Daya sudah mengatakan saat ini di kabupaten Pacitan sudah terbentuk  171 koperasi wanita. Koperasi ini dibentuk dan difasilitasi oleh pos daya. Tujuan pos daya adalah meningkatkan ekonom masyarakat. Awalnya ada 1500 pos daya dan saat ini sudah berkembang menjadi 2011 pos daya yang tersebar mulai dari tingkat dusun, desa/kelurahan dan kecamatan. Kegiatan pos daya, mulai dari anak-anak hingga lansia.

 

Hal senada diungkapkan Bupati Pacitan Indartato. Menurutnya, kemiskinan merupakan persaingan berat untuk menghadapi era global. Perlu ada sinergitas antar lini , sebab tanpa itu kemiskinan sulit diturunkan.  Diharapkan suatu saat warga miskin tidak lagi mendapat bantuan dari pemerintah. Mereka harus mandiri. Tujuan utama sentra kulakan untuk memberdayakan warung-warung pos daya, yaitu menyalurkan barang-barang kebutuhan dengan harga terjangkau. Salah satunya mengirim barang dengan tidak harus membayar tunai. Dan yang lebih penting lagi, apabila warga miskin punya kegiatan produktif bisa dipasarkan di warung-warung pos daya maupun sentra perkulakan pos daya.

(Hernawan A. Priyana)