TRENGGALEK – Pasien penderita demam berdarah (DB) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sudomo Trenggalek, Jawa Timur membeludak, akibatnya sejumlah pasien harus menjalani perawatan di lorong ruangan.
Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek, Saeroni mengatakan, perawatan pasien di lorong terpaksa dilakukan karena saat ini seluruh ruang perawatan anak untuk pasien demem berdarah telah penuh. 
Dari total kuota 28 pasien, kini terdapat 33 pasien yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Membeludaknya pasien demam berdarah ini terjadi sejak dua bulan terakhir. 
“Pada bulan Desember, Januari dan Februari itu merupakan puncaknya demem berdarah, biasanya rumah sakit selalu overload untuk kasus-kasus (demem berdarah) tersebut. Kami menyediakan kasur ekstra untuk menanganinya,” kata Saeroni. 
Saeroni menambahkan, selama Januari ini terdapat tujuh pasien demam berdarah yang dalam kondisi kritis, dua diantaranya akhirnya meninggal dunia. Dari data yang ada, para pasien demam berdarah yang menjalani perawatan di RSUD Trenggalek rata-rata merupakan rujukan dari berbagai puskesmas di daerah Trenggalek. 
Sementara itu meskipun kuota ruang perawatan telah habis, pihak rumah sakit tidak berani menolak pasien baru. Diprediksi peningkatan jumlah pasien ini masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. (Dimas)