PONOROGO – Tragedi jatuhnya helikopter yang ditumpangi oleh 13 prajurit TNI di Poso, Sulawesi Tengah menjadi sebuah peristiwa yang sangat menyedihkan. Helikopter yang ditumpangi 13 orang anggota TNI jatuh di Poso, Minggu (20/3), sekitar pukul 17.55 WITA, diduga setelah tersambar petir. Seluruh korban meninggal dunia.

    Kesedihan atas musibah tersebut tidak hanya untuk keluarga korban, tetapi juga seluruh anggota TNI Angkatan Darat lainnya maupun masyarakat Indonesia secara umum.  Kesedihan dan rasa kehilangan juga diperlihatkan oleh ratusan anggota TNI di Kodim 0802/Ponorogo yang langsung melakukan salat gaib untuk mendoakan anggota TNI yang menjadi korban helikopter jatuh di Poso. Sholat Gaib selain diikuti oleh anggota TNI maupun pegawai sipil TNI juga diikuti pelajar dan masyarakat di Masjid Kodim 0802/Ponorogo, Selasa (22/3) usai sholat Dzuhur.

    “Kami ingin mendoakan rekan yang gugur dalam peristiwa kecelakaan helikopter. Mereka menjalankan tugas negara, menjaga kedaulatan NKRI dari segala macam ancaman,” ujar Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Slamet Sarjianto usai sholat Gaib.

    Ratusan anggota TNI melakukan Shalat Gaib dengan masih mengenakan pakaian dinas. Mereka shalat bersama-sama dengan khusyuk dipimpin oleh imam yang juga anggota TNI.  Dia menjelaskan jika potensi kecelakaan di dalam menjalankan tugas memang selalu ada. Namun, ia menegaskan bahwa tugas yang diemban TNI AD sangat mulia, berusaha menjaga keutuhan negara. (MUH NURCHOLIS)