PONOROGO – Masyarakat Kabupaten Ponorogo memberi apresiasi positif kepada Bupati yang baru dilantik Pakde Karwo, Ipong Muchlissoni. Apresiasi tersebut diberikan karena ternyata Ipong masih memelihara tradisi Kejawen atau budaya Jawa.

    Hal tersebut terlihat dari pribadi Ipong yang masih melaksanakan tradisi boyongan (pindahan) dari rumah orang tua menuju rumah Pringgitan atau rumah dinas Bupati Ponorogo beberapa hari lalu. Bahkan acara sakral tersebut berlangsung cukup sederhana.

    Saat itu, Ipong secara Kejawen membawa peralatan pribadi mulai pakaian, kemul (selimut) dan ubo rampe-nya ke dalam Pringgitan. “Luar biasa, ternyata Pak Ipong masih menguri-uri atau melestarikan tradisi boyongan sebagai tradisi turun temurun masyarakat Ponorogo disaat akan menempati rumah baru atau dalam hal ini merupakan rumah dinas atau Pringgitan di Kompleks Pemkab Ponorogo,” aku Mbah Nur, paranormal dari Ponorogo Selatan, Rabu (2/3).

    Menurut Mbah Nur, saat ini jarang pejabat atau bahkan masyarakat biasa yang mau melestarikan budaya Jawa, seperti Boyongan ini. Lebih lanjut, pria paruh baya ini menjelaskan bahwa tradisi itu merupakan salah satu budaya peninggalan nenek moyang yang layak dilestarikan.

    “Seperti kta ketahui ragam budaya Indonesia bermacam-macam dan Boyongan merupakan salah satu bentuk tradisi warisan leluhur kita,’ ungkapnya. Secara khusus, Mbah Nur berharap kepada Bupati Ipong untuk senantiasa melestarikan budaya adi luhung yang berkembang di Bumi Reyog. “Kami sangat berharap kepada Bupati Ipong untuk senantiasa menjaga budaya Kejawen,” paparnya. (MUH NURCHOLIS)