PONOROGO – Kabar duka kembali menyelimuti Bumi Reyog. Satu lagi Tenaga Kerja Indonesia atau TKI meninggal di Negara Jiran Malaysia. Dan jenazah Dian Fikri Setyo Budi (23 th) telah tiba di rumah duka di Dukuh Setono, RT 002/RW 001 Desa Truneng, Kecamatan Slahung, Jumat (15/4) sekitar pukul 02.15 WIB.
 
Fikri meninggal dunia setelah tertimpa tembok roboh yang ditabrak truk tangki pengangkut air di tempat kerjanya di Malaysia. Kapolres Ponorogo AKBP Ricky Purnama melalui Kapolsek Slahung, AKP Gunawan, mengatakan Dian Fikri Setyo Budi bekerja sebagai TKI di Malaysia sejak 2014.
 
Fikri menjadi TKI melalui PJTKI Rizaldy Bina Bersama Tulungagung Jawa Timur. Di Malaysia, Fikri bekerja sebagai pekerja bangunan di proyek pembangunan rumah. Gunawan mengatakan selama bekerja di Malaysia selama tiga tahun, Fikri tercatat telah cuti dan pulang satu kali. “Keluarga mendapat kabar bahwa Fikri pada Minggu [10/4/2016] telah meninggal dunia karena kecelakaan kerja,” ujar Gunawan.
 
Menurut keterangan rekan kerja Fikri di Malaysia, kata Gunawan, Fikri meninggal dunia pada Minggu sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Saat itu, usai bekerja Fikri mandi di kamar mandi rumah yang dibangunnya.
 
Saat Fikri di dalam kamar mandi itu, ada kendaraan truk tangki pengangkut air datang dan hendak mengisi air di tempat penampungan air. Pada saat truk tangki tersebut mundur menabrak tembok kamar mandi yang pada saat itu Fikri masih berada di dalamnya.
 
Tembok kamar mandi itu roboh dan menimpa Fikri yang berada di dalam kamar mandi. Selanjutnya, korban dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Keterangan dari rumah sakit yang merawat Fikri, lambung korban pecah setelah tertimpa reruntuhan tembok.
 
“Jenazah tiba di Dukuh Setono Jumat pukul 02.15 WIB dan kemudian disalatkan. Sebelum disalatkan jenazah dibuka untuk disaksikan pihak keluarga dan sekitar pukul 08.30 WIB, jenazah dimakamkan di tempat permakaman umum di desa setempat,” kata dia.
 
Jenazah Dian Fikri Setyo Budi diserahkan oleh Dinas Perlindungan Tenaga Kerja UPT3 Surabaya dan Perwakilan BNP2TKI Madiun kepada keluarga korban.Lanjut Sumani, hak-hak korban akan dibantu oleh PJTKI yang memberangkatkan Deni.
 
Sedangkan Kepala Dinsosnakertrans Ponorogo, Sumani berharap kepada Calon TKI untuk aelalu mendaftar secara resmi sesuai aturan Pemerintah RI. Hal itu menurutnya jika dikemudian hari ada permasalahan, semua hak TKI akan bisa diterima.
 
“Saya berharap kepada masyarakat Ponorogo. Agar berhati-hati dan melalui prosedur yang benar ketika akan berangkat ke luar negeri. Jadi ketika ada masalah akan lebih mudah penanganannya. Hak mereka pun bisa diurus seperti klaim asuransi dan yang lainnya,” pungkas Sumani
 
Sementara itu, pihak keluarga yang mendengar jabar duka ini sangat terpukul. Dian merupakan anak ketiga dari pasangan Senen dan Lamirah. Dan rencana akan menikah tahun depan.
 
“Nggih pripun malih bu.. nasibe anak kulo kados mekaten. Wong tiap lebaran nggih mantuk lan bade nikah njeng  Ruwah tahun ngajeng,” ungkap Lamirah, ibu korban dengan pilu.
 
Sang kekasih Dian nampak shock dengan kecelakaan yang menimpa tunangannya tersebut. Begitupun calon mertua Dian yang tiada henti. (MUH NURCHOLIS)