Trenggalek- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek, menggelar bimbingan teknis (bimtek) pemutakhiran data pemilih untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Jawa Timur kepada seluruh Panitia Pemilih Kecamatan (PPK).

Komisioner KPU Trenggalek, Khusnu Roviq, Jumat mengatakan, bimtek tersebut digelar selama satu hari penuh. Dalam acara tersebut Komisioner KPU menjelaskan secara rinci tahapan serta teknis yang harus dilakukan petugas pemutakhiran data pada saat melakukan verifikasi dilapangan.

“Untuk saat ini yang kami undang masing-masing PPK dua orang, nantinya pihak PPK meneruskan informasi yang diberikan disini kepada masing-masing PPS yang  kemudian dilanjutkan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (P2DP),” katanya. 31/5

Ia menjelaskan, dalam proses pemutakhiran data dari daftar penduduk potensial pemilihpemilu (DP4) menjadi DPS tersebut pihaknya akan menggunakan petugas yang berbeda dengan panitia pendaftaran pemilih (pantarlih) pemilu legislatif.

Perbedaan itu sengaja dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan perekapan maupun terjadi tumpang tindih antara data pemilu kepala daerah dengan pemilu legislatif.

“Kami ingin data itu benar-benar valid, sehingga tidak ada data pemilihan gubernur yang masuk dalam pemilu legislatif, maupun sebaliknya,” ujar Roviq.

Namun teknis pemutakhiran di tingkat lapangan yang akan dilakukan oleh petugas P2DP sama dengan pemilu legislatif yakni dengan mendatangi secara “door to door”.

Selanjutnya, setiap rumah yang telah didatangi petugas P2DP akan ditempel stiker khusus yang menandakan telah dilakukan proses validasi data calon pemilih.

“Apa saja yang kami data, itu bermacam-macam, mulai ada atau tidaknya data ganda, kemudian pemilih yang belum terdaftar, pemilih yang telah meninggal dunia maupun pemilih yang telah pindah tempat,” katanya.

Proses inilah yang nantinya akan menentukan siapa saja yang akan menjadi pemilih tetap dalam pemilihan gubernur Jawa Timur untuk periode 2013-2018. (Dimas)