Garut- Tragedi banjir bandang di Garut tentunya menimbulkan banyak kerugian yang diderita oleh masyarakat baik fisik, psikis maupun materil. Berangkat dari itulah, Persaudaraan Istri Anggota Fraksi Partai Demokrat menggunakan pendekatan interpersonal yang lebih intens. “Mereka sangat membutuhkan penyampaian dari hati ke hati karena guncangan psikis tentunya sangat dirasakan dan sulit dihilangkan dari para korban bencana maka itu pendekatan seperti ini pasti sangat menyentuh untuk mereka,” jelas Aliya Baskoro Yudhoyono, Ketua PIA FPD Senin (26/9/2016).

 

Kunjungan pertama dimulai dari mengunjungi Kodim 0611 Garut yang disambut oleh Dandim Letkol. Arm. Setyo Hani Susanto, S.iP. Dirinya menerangkan bahwa para TNI POLRI selama ini siap sedia untuk turun ke setiap titik bencana. “Kami telah melibatkan 2000 personil TNI dan POLRI yang tersebar di berbagai titik sehingga masyarakat mendapatkan bantuan nyata dalam pembersihan, perbaikan serta perlindungan sebagaimana yang sudah menjadi tanggungjawab kami sebagai aparat keamanan,” ungkapnya.

 

Sambutan haru pun mengiringi kedatangan rombongan PIA FPD di Markas Korem 062/Tarumanegara. Para pengungsi yang berbaring di tandu-tandu militer pun dengan semangat mengungkapkan isi hatinya. “Saya senang dikunjungi Ibu-Ibu. Terimakasih sudah menyemangati dan membantu saya dan keluarga untuk bisa melalui musibah ini,” kata Neneng(10th) yang mengalami luka luka terkena sengatan arus listrik dari kabel yang terputus karena terendam banjir.

 

Kekompakan pun terlihat dengan jelas terjalin antar beberapa pihak seperti TNI dengan POLRI dan para siswa IPDN serta para tenaga medis daerah Garut.

 

Koordinator tanggap bencana Garut PIA FPD, Endah Winarti pun mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan di Korem dan titik titik lainnya telah dipetakan sehingga tepat sasaran. “Kami telah berkoordinasi dengan Kodim, Korem,RSUD dan pihak-pihak terkait agar bantuan yang diberikan merata dan berguna tepat bagi para korban di setiap titiknya,” jelas istri dari Anggota Komisi V, Agung Budi Santoso tersebut.

 

Keprihatinan jelas menyelimuti Garut karena satu-satunya RSU yang ada pun lumpuh karena tergenang banjir. “Kami baru beroperasi per hari ini. Dan itupun sembari membangun dan membersihkan kembali Rumah Sakit karena sebelumnya peralatan-peralatan medis pun rusak tergenang banjir,” kata dr. Maskur, Direktur RSU dr. Slamet.

 

Dikatakan pula oleh Wakil Bupati dr. Helmi Budiman, bahwa bantuan yang didapat di Garut ada beberapa yang sudah terlalu banyak sehingga terjadi penumpukan bantuan. “Barang-barang seperti Baju dan makanan sudah overload dan tersebar di titik-titik banjir. Justru kami saat ini lebih membutuhkan pasokan untuk tim evakuasi seperti boots, masker atau obat-obatan dan juga alat kebersihan untuk para korban,”ungkapnya.

 

Kemudian penyaluran bantuan pun bergulir ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Sanding, lokasi banjir Lapang Paris Kecamatan Tarogong Kidul, Kaum Lebak, Kecamatan Garut Kota dan Kampung Kaum lebak kelurahan Paminggir, hingga akhirnya berujung di daerah Cimacan, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

Aliya berpesan, seluruh korban tetap tabah dalam menghadapi musibah tersebut. Menurutnya, untuk membantu meringankan beban para korban, pihaknya melalui DPC Partai Demokrat Garut mendirikan Pos Komando (Posko) peduli banjir bandang.

 

“Dari Jakarta, kami membawa sedikit bantuan makanan, minuman, selimut, bantal, obat-obatan, pembalut wanita (softex), peralatan masak, perlengkapan mandi, dsb. Mudah-mudahan bisa membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” sebut Aliya Baskoro.

 

Menurut dia, bantuan ini merupakan bagian tugas kemanusiaan Partai Demokrat kepada warga negara Indonesia yang mendapat musibah.

 

“Partai Demokrat tidak hanya melakukan k kerja politik, tapi juga melakukan kerja kemanusiaan untuk warga negara Indonesia,” pungkasnya.

 

Dirinya juga mengapresiasi kinerja para TNI, POLRI, tenaga medis beserta jajarannya yang dengan ringan tangan membantu para korban banjir bandang dengan maksimal. “Saya kagum dengan disediakannya tim medis dan psikolog di Makorem hingga sinergitas para tentara, polisi dan tim dokter serta perawat yang saya lihat sendiri menyebar hingga kawasan-kawasan terpencil. Semoga hal ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi contoh bagi daerah lain,” tutup Aliya.

 

Dalam kunjungan ini, hadir pula Ibu Ishta Saraswati, istri dari Wakil Ketua DPR RI dari Partai Demokrat, Agus Hermanto serta Ibu Mita Didik Mukri, Ibu Nenny Hari Kartana, Ibu Jamila Muslim, serta Ibu-Ibu Majelis Taklim Kota Depok.