PACITAN-‎ Kasus kekerasan yang terjadi pada anak, memang masih berlangsung masif. Meski sudah banyak pelaku tindak kekerasan tersebut harus berujung ke proses hukum, akan tetapi belum sepenuhnya membuat jera pelaku-pelaku lainnya. Terbukti, tindak kekerasan semacam itu , masih saja berlangsung meski dengan skala relative kecil. Kepala Bidang SLTP/SM, Dinas Pendidikan, Kabupaten Pacitan, H. Mahmud, mengatakan, kasus tindak kekerasan, khususnya yang terjadi dilembaga sekolah, utamanya jenjang SLTP, SMA serta SMK, dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan. “Sebenarnya, kasus kekerasan yang terjadi pada siswa didik, dari tahun ke tahun terus menurun. Sudah banyak pelaku tindak kekerasan kepada anak yang berurusan dengan pihak berwajib,” kata Mahmud, Senin (1/2).
Namun demikian, selaku institusi yang menaungi dunia pendidikan, pihaknya tidak akan tinggal diam menyikapi persoalan tersebut. Sebab menurut pendapatnya, meski ada trend penurunan kasus tindak kekerasan pada anak, akan tetapi kemungkinan terulangnya kembali kasus semacam itu masih terbuka lebar. ‎”Karena itu, kita terus melakukan pembinaan-pembinaan. Baik kepada guru, petugas keamanan disekolah, serta orang tua murid,” bebernya.
Menurut Mahmud, kasus tindak kekerasan pada anak, sejatinya bukan hanya terjadi terhadap guru ataupun petugas keamanan di sekolah. Orang tua pun, juga cenderung melakukan tindak kekerasan. Baik secara verbal, fisik, ataupun psikis. Bagi guru, lanjut dia, mungkin karena jengkelnya, tanpa disadarinya mengeluarkan kata-kata tak semestinya. Pun bagi petugas Satpam, kadang berpenampilan garang sehingga membuat siswa ketakutan. ‎”Orang tua juga demikian adanya. Tanpa disadarinya, mereka juga lalai, sering mengeluarkan kata-kata atau tindakan yang membuat anak takut hingga berujung trauma psikis,” beber mantan guru yang juga dipercaya memimpin ormas Islam, Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Pacitan tersebut pada wartawan.
Lebih jauh, mantan Kepala Sekolah sebuah SLTPN ternama di Pacitan itu mengatakan, selama ini, Dinas Pendidikan sudah bekerja sama dengan Unit PPA, Satreskrim Polres Pacitan, dengan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah secara terjadwal. Sedangkan bagi petugas Satpam, juga sudah pernah dilakukan pembinaan dan pelatihan-pelatihan. Sementara bagi guru, mereka juga diberikan pelatihan guna mengintegrasikan nilai karakter dalam pembelajaran. “Orang tua juga diikut sertakan. Mereka dikumpulkan bersama siswa dengan duduk berdampingan saat pembinaan,” pungkasnya. (frend)