PACITAN-Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Pacitan menunjukan trend peningkatan. Ketua Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Pacitan, H. Prajitno mengatakan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis psikotropika atau sejenisnya memang sudah merajalela. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, sasaran bidiknya para generasi muda. “Memang belakangan, kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pelajar dan mahasiswa menampakan gejala peningkatan. Ini persoalan serius yang perlu disikapi,” kata Prajitno, Selasa (19/3).

Lebih lanjut mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Pacitan ini mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan jajaran terkait segera melakukan langkah-langkah antisipasi. Diantaranya dengan melaunching gerakan anti narkoba yang direncanakan sekitar akhir Maret atau awal April mendatang. “Pencanangan gerakan anti narkoba itu juga akan ditindak lanjuti dengan sosialisasi kesemua sekolah di Pacitan,” ujar mantan guru yang sekarang ini menjabat sebagai Wakil Bupati Pacitan tersebut, kemarin.

Dia menjelaskan, kasus penyalahgunaan narkoba dengan sasaran anak sekolah dan mahasiswa, memang dilatarbelakangi beberapa persoalan. Diantaranya adanya transformasi budaya luar, serta ketidakharmonisan keluarga. “Ketidakharmonisan keluarga memang menjadi salah satu pemicu utama banyaknya generasi muda yang terseret dalam kasus penyalahgunaan narkoba,” sebutnya.

Sementara itu selain mencanangkan gerakan anti narkoba, wabup juga menegaskan akan melaksanakan test urine massal bagi para pelajar, mahasiswa, dan aparatur pemerintah. Sebab tidak dia tampik, penyalahgunaan narkoba sepertinya mulai merambah kalangan PNS dan masyarakat. (Yuniardi Sutondo)