Magetan – Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini memiliki pasar agrowisata. Pasar yang diresmikan Rabu (3/5/2012) ini bertujuan membuka akses bagi petani jeruk pamelo Magetan. Bupati Magetan Sumantri mengatakan melalui pasar ini, petani diharapkan langsung menjual hasil panen ke konsumen tanpa melalui tengkulak. Sehingga harga yang diperoleh petani jauh lebih besar dibandingkan menjual kepada tengkulak. Pasar agrowisata dibangun mulai 2010 dengan sumber pendanaan dari APBD Kabupaten Magetan.

 

Biaya yang dihabiskan sekitar Rp 200 juta. Kabupaten Magetan merupakan sentra jeruk pamelo dengan produksi mencapai 30 juta buah per tahun.  Pasar wisata yang ada di Jalan Raya Sukomoro – Maospati itu bisa menjadi jujukan para wisatawan yang berkunjung di Magetan. 

 

Pasar tersebut juga diharapkan bisa lebih memberdayakan petani jeruk. Bersamaan dengan itu, juga digelar lomba pamelo, dengan berbagai macam varietasnya, dengan dihadiri ratusan petani jeruk. Lomba ini diikuti oleh 198 peserta. Ada kurang lebih 10 varietas yang dilombakan, seperti Nambangan, Bali Merah, Bali Putih, Adas Duku dan lainnya. Pasar pamelo ini,  juga untuk mempertegas bahwa jeruk pamelo adalah asli Magetan. **

 

foto : blog magetankumandang