Surabaya: Presiden Joko Widodo menunjukkan keakrabannya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di pembukaan Kongres IV PD. Usai resmi membuka kongres, Jokowi saling berangkulan dengan SBY.

 

Dalam pembukaan Kongres IV PD di Ballroom Hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (12/5/2015), Jokowi berpidato di hadapan ribuan kader PD. Setelahnya, Jokowi diminta membuka kongres secara simbolis dengan pemukulan gong.

 

Jokowi memukul gong 5 kali tanda Kongres IV PD dibuka. Dia lalu menyalami SBY dan saling berangkulan. Jokowi juga  berangkulan hangat dengan Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan; Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin; Ketua Harian PD Syarief Hasan; Sekretaris Jenderal PD Edhie Baskoro Yudhoyono dan Direktur Eksekutif PD Fadjar Sampurno yang juga berada di atas panggung.

 

SBY Tegaskan Tiga Sikap Politik PD

Sebelumnya SBY, yang hadir didampingi Ibu Ani Yudhoyono, mengawali sambutan pembukaan Kongres IV PD dengan menyapa Presiden Joko Widodo, dilanjutkan menyapa eks Wapres Boediono, para pimpinan lembaga negara yang hadir dan para menteri kabinet kerja dan mantan menteri kabinet Indonesia bersatu. Setelah itu SBY menyapa para pimpinan KMP-KIH, dan Gubernur Jatim Soekarwo sebagai tuan rumah.

 

“Saya ucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Presiden RI yang berkenan hadir dan berkenan membuka Kongres IV PD ini. Saya tahu Pak Presiden baru melaksanakan kunjungan ke Luar negeri dan berbagai daerah dan baru pulang ke Tanah Air tapi Bapak tetap berkenan untuk hadir. Saya agak tahu sedikit tentang kesibukan seorang presiden,” kata SBY disambut tawa hadirin termasuk ratusan peserta kongres PD yang berseragam serba biru.

 

SBY kemudian mengucapkan selamat datang kepada Boediono dan para ketum parpol yang hadir. Sejumlah elite KIH hadir seperti Ketum Hanura Wiranto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PKPI Sutiyoso, Ketum PPP Romahurmuziy, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, dan Ketum Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono. Ketua Umum PDIP Megawati Soekanoputri tak hadir karena ada kesibukan mengurus partai.

 

Sementara elite KMP yang hadir antara lain Ketum PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan, Waketum Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR yang juga Waketum PAN Taufik Kurniawan, dan Waketum Gerindra Fadli Zon.

 

Selain itu juga ada sejumlah eks menteri KIB seperti Chairul Tanjung, Hatta Rajasa, M Nuh, dan lainnya.

SBY menuturkan kongres IV PD ini penting sebagai konsolidasi pasca Pemilu 2014. Selanjutnya PD menyongsong masa depan.

 

“Meski tidak di pemerintahan atau jajaran kabinet, PD tetap memberi kontribusi untuk suksesnya pemerintahan kita,” kata SBY.

 

SBY Kemudian mengungkap 3 sikap politik sebagai bentuk kontribusi dukungan kepada pemerintahan Jokowi sebagai berikut:

  1. Pertama wajib hukumnya bagi gubernur, bupati, dan wali kota dari Partai Demokrat loyal kepada Presiden RI, membantu penuh untuk menjalankan tugas-tugasnya.
  2. Partai Demokrat akan mendukung penuh dan ikut menyukseskan kebijakan pemerintah yang tepat dan sesuai dengan aspirasi rakyat.
  3. Partai Demokrat akan mengkritisi dan mengoreksi manakala keputusan Presiden dan kebijakan pemerintah tidak tepat dan tidak sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.

Di tempat sama,  Ketua Panitia Pelaksana Kongres IV PD Edhie Baskoro Yudhoyono melaporkan, kongres digelar di kota pahlawan untuk memberi inspirasi agar kader bisa memiliki sikap kepahlawanan.

 

Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro, mengatakan, Kongres IV PD diikuti Majelis Tinggi, Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pimpinan Cabang, sayap PD, dan dewan perwakilan PD di luar negeri. Kongres yang bertema “Untuk Rakyat, Demokrat Peduli dan Beri Solusi” karena eksistensi PD semata-mata untuk memberikan solusi bagi masyarakat.

 

Yang menarik Ibas menutup laporannya dengan tiga buah pantun yang intinya menegaskan bahwa pada 2019, Partai Demokrat akan kembali membirukan Indonesia dengan panji-panjinya.