Ngawi- Menjelang sepekan masuk lebaran, Dinas Peternakan dan Perikan (Dispernak) Ngawi lakukan sidak di Pasar Beran Kecamatan Ngawi yang selain memantau stok persediaan daging juga sebagai langkah antisipasi peredaran daging tak layak konsumsi. diungkapkan oleh Sunito, Kepala Dispernak setempat menerangkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga masuk H -1 lebaran. Tidak hanya di pasar namun juga di tempat penyembelihan hewan ternak yang dikandung maksud mengantisipasi permainan oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mencampur daging layak konsumsi dan tidak.  

“Pada sidak kali ini tidak menemukan daging busuk seperti tahun lalu itu. Sehingga dipastikan kualitasnya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Tetapi kita pun terus memantau keberadaan daging dipasaran jangan sampai ada pedagang nakal,” terang dia.
Tambahnya lagi, agar semua pedagang daging baik di pasar maupun tempat penjualan daging diluar pasar seperti kios maupun tempat penggilingan daging untuk tidak menjual daging busuk apalagi sengaja mencampur dengan daging celeng. Sebab, jika ketahuan akan dikenakan sangsi tegas sesuai UU Perlindungan Konsumsen.
Meski demikian, dirinya meminta kepada konsumen sebelum membeli daging harap diperiksa dari warna maupun bau daging. Selain itu daging sehat bisa di cek langsung dengan cara di pencet.
“Untuk memastikan daging itu layak atau tidak untuk dikonsumsi jelas kita memberlakukan operasi ketat dengan mengukur tingkat derajat keasaman daging atau PH,” pungkasnya.


Usai sidak Sunito menegaskan kendati pihaknya telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan belum tentu para pelaku ini tinggal diam, mendasar hal tersebut pihaknya berharap kepada warga Ngawi untuk meneliti terlebih dahulu sebelum membeli dan cek kesegaran daging agar terjauhkan dari penyakit.ARD