PACITAN – Di awal tahun 2016 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan mencatat data bawa 25 warga Pacitan positif menderita penyakit Demam Berdar Dengue (DBD). Data tersebut merupakan data seluruh kecamatan, baik yang dirawat di Rumah Sakit maupun Puskesmas di Pacitan hingga Senin (25/1/2016) lalu. Jumlah tersebut memang menurun dibanding bulan yang sama pada tahun lalu, dimana saat itu sebanyak 284 kasus DBD.
Hingga saat ini, penderita DBD yang mendominasi adalah Kecamatan Pacitan kota, Seperti Kelurahan Ploso, dan Desa Bangunsari. Disusul kemudian, Kelurahan Baleharjo, Pucangsewu, dan Pacitan. Sedangkan di kecamatan lain, misalnya di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Rachmad Dwiyanto, meminta masyarakat tetap waspada, mengingat penyakit DBD disebabkan karena virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Selain itu, penyakit DBD merupakan penyakit berbasis lingkungan. “Yang terpenting, masyarakat harus memantau kebersihan lingkungan. Bila mana perlu harus ada pemantau jentik disetiap rumah tangga,” katanya belum lama ini.
Untuk menghindari penyebaran yang lebih luas, Rachmad menyarankan kepada warga Pacitan untuk lebih giat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yaitu menguras, mengubur, serta menutup (3M).
“Lebih baiknya dengan 3M plus, yaitu dengan penambahan abate di setiap penampungan air, saat ini intensitas hujan mulai meningkat. Diharapkan kewaspadaa masyarakat akan pertumbuhan jentik nyamuk juga lebih diintensifkan lagi,” ujarnya.
Pihak Dinkes sendiri, katanya, telah menginstruksikan ke semua unit pelaksana teknis (UPT) Puskesmas, agar melakukan penyelidikan opidemologis (PO) setiap ditemukan kasus DBD di semua lokasi. “Tindakan pencegahan paling mendasar, tetap mengedepankan PSN. Itu langkah paling jitu, guna meminimalisir kasus DBD,” tutupnya.
Data dari Dinkes sendiri, dalam kurun waktu sepanjang tahun 2015 lalu, setidaknya tercatat sebanyak 1.044 kasus penderita DBD dengan kejadian tertinggi ada di Januari hingga Februari.(frend)