Magetan-Ironis sekali nasib pengrajin Batik pringsedapur magetan, kenapa tidak, di saat warga luar magetan bangga dengan batik buatan asli magetan, justru pemkab sendiri tidak menggunakannya,bahkan seakan akan tidak dipedulikannya.

Ini setelah pemkab magetan mengadakan Proyek pengadaan baju kerja untuk  sekitar 10 ribu PNS Pemkab Magetan, justru pemerintah magetan memenangkan lelang batik motif lestari dari Surabaya. Padahal menurut informasi, Bagian Umum Setdakab Magetan menganggarkan harga senilai Rp 4 miliar pada tahun anggaran 2015 lalu. Sikap  Pemkab ini dinilai tidak mendukung pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Magetan.

Salah satu perajin batik di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Siswati (54) mengaku kecewa dengan kebijakan Pemkab Magetan yang mendatangkan batik lestari dari Surabaya sebagai seragam PNS Pemkab Magetan setiap hari Kamis tersebut. Ikon sebagai produsen batik terbaik di Indonesia tidak didukung oleh program Pemkab Magetan. “Kami sangat kecewa. Kenapa ikon produsen batik malah dihilangkan oleh pemkab. Apa lagi batik lestari didatangkan dari Surabaya”, ujar Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Mukti Rahayu I Desa Sidomukti tersebut, Jumat ( 19/2).

Dilanjutkan oleh para perajin batik di sentra batik Sidomukti, sejumlah daerah di Indonesia seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Jember sering memesan batik ke perajin batik Sidomukti. Ironisnya, Pemkab Magetan justru seakan tidak mengakui keberadaan perajin batik yang telah membawa nama harum Kabupaten Magetan di luar wilayah.” Kami sangat sedih, bagaimana tidak sedih wong Pemkab Magetan tidak pernah mendukung usaha kami. Padahal batik Magetan dengan motif pring sedapur sangat dinikmati sejumlah wilayah di Indonesia”, kata Juminah (58) perajin batik warga Desa Sidomukti.

Kabag Umum Setdakab Magetan, Dwi Astutik, mengatakan jika harga batik lestari untuk PNS Pemkab Magetan sebesar Rp 225 ribu per potong dengan ukuran 2,5 meter. Sebagai pemenang lelang adalah CV Duta prima Teknik, beralamat di Jalan raya Pandanlandung 90- Malang(jawa Timur). (M Khoiri)