PACITAN – Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan kesan dan pesan dirinya saat pada akhirnya menjadi Presiden dalam kunjungannya di Pacitan, Rabu (11/3/2015).

 

Pria yang juga ketua DPP Partai Demokrat ini pun memilii pesan agar anak Pacitan serius menggapai cita – citanya. Hal itu disampaikan SBY saat menggelar kunjungan ke SMPN 1 Pacitan, SMAN 1 Pacitan dan bertemu dengan follower Instagram Ani Yudhoyono.

 

Menurut SBY, anak Pacitan memiliki kemampuan yang lebih, yaitu motivasi yang kuat untuk mengembangkan kapasitas diri menjadi seorang pemimpin. “Anak Pacitan harus memiliki fighting spirit yang lebih, meski berasal dari kampung, berasal dari pelosok Pacitan, harus memiliki cita – cita yang tinggi untuk menjadi yang terbaik,” kata SBY dihadapan sembilan peserta kopi darat (Kopdar) followers instagram Ani Yudhoyono, Rabu sore di Alloro Guest House.

 

Lebih lanjut, SBY pun mengisahkan perjalanan karirnya hingga menjadi seorang pemimpin yang disegani, dan menjadi Presiden RI selama dua periode.

 

“Saya dulu sekolah di SMAN 1, waktu itu masih awal – awal berdiri, sehingga meski saya sekolah, saya masih membantu gotong royong membawa batu bata dari Kebonagung, lalu kemudian saya mendaftar dan diterima di Akademi Militer (Akmil) Magelang,” paparnya.

 

Saat menjalani pendidikan di Akmil, imbuh SBY, dirinya sempat minder karena berasal dari Pacitan yang notabene daerah yang terisolir dan tertinggal. “Namun dengan tekad yang kuat, saya optimis bisa menjalani, hingga pada tahun kedua menjalani pendidikan, saya mendapatkan bintang satu, dan prestasi – prestasi terus ada dan saya menjadi lulusan terbaik Akmil,” jelas Presiden GGGI ini.

 

SBY pun berpesan kepada segenap generasi muda Pacitan untuk tidak putus asa dan terus berkontribusi memberikan karya yang terbaik. “Dulu saat saya dan Bu Ani pulang kampung, jalan di Pacitan itu bisa dihitung mobilnya, sekarang seiring kemajuan, Pacitan semakin maju,”tandas SBY.

 

Dalam kesempatan tersebut, semasa menjadi Presiden, SBY menunjukkan foto dirinya bersanding denga presiden dalam forum dunia G-20 ke 13 beberapa waktu yang lalu. “Ini buktinya kalau anak dari kampung Pacitan bisa bersama orang – orang hebat dunia,” pungkasnya.