NGAWI-Kebakaran Hutan Gunung lawu memakan korban terjadi pada pertengahan bulan oktober  membawa duka tersendiri bagi warga Ngawi. Setidaknya ada 5 pendaki yang ditemukan oleh team evakuasi gabungan dalam kondisi meninggal dunia serta ada dua lagi dalam keadaan tak sadarkan diri lantaran mengalami luka bakar serius tepatnya dilokasi antara pos 3 sampai pos 4. Awalnya korban lereng lawu asal Ngawi hanya 4 orang, namun  di akhir masa pemulihan kesehatan di susul korban dengan luka bakar lebih dari 50 %.  Korban lereng lawu yang  masih dalam satu keluarga besar ini diantaranya  pertama Sumarwan warga jalan rajawali desa Beran Ngawi  kedua Nanang Setya Utomoa anak pertama Sumarwan pelajar Setingkat SLTA  ketiga Rita Septi Nurika  warga Desa Gelung Kec. Paron keponakan marwan mahasiswa unsur  keempat Awang Feri Dwi Pradika  warga desa Dungus  Desa Karangasri mahasiswa unsur  serta Eko Nurhadi, (34), Sekretaris Desa (Sekdes) Brangol, Kecamatan Karangjati. Akhirnya menyusul sodara laki-lakinya sumarwan dan keponakannya nanang. Almarhum meninggal setelah menjalani perawatan secara intensif selama sepekan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Soetomo Surabaya.

Perasaan duka juga di rasakan oleh oleh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) kepada 6 korban  lereng lawu asal Ngawi  akibat kebakaran hutan . langkah kongkrit tersebut di buktikan dengan menyambangi rumah para korban melalui timnya yang berada di Dapil Jatim VII (Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Magetan, Ngawi) langsung mengunjungi keluarga ke enam korban tewas tersebut.

Keprihatinan atas kejadian lereng lawu Ibas,  demikian panggilan akrab dari  Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) sempat memberikan sejumlah santunan kepada para keluarga korban. Bantuan yang langsung diserahkan oleh korkab EBY Ngawi, Suyadi didampingi oleh Koordinator Tim EBY Candra Adi.

Penyerahan santunan untuk korban meninggal diberikan kepada Sundari ibu dari almarhumah Rita Septi Nurika asal Desa Gelung, Kecamatan Paron, sedang almarhum Awang Feri Dwi Pradika asal Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, santunan diberikan kepada bapaknya Sunarto. Disusul berikutnya, ibu kandung Sumarwan  warga asal desa Brangol Karangjati , selaku penerima santunan dari dua orang korban meninggal yakni  putra keduanya Sumarwan dan cucunya  Nanang Setya Utama. Tidak ketinggalan santunan juga diberikan kepada putri Sumarwan  atas nama Novi Dwi Istiwanti yang mengalami luka bakar dan meninggal dalam perawatan di RS Moewardi Solo. Terakhir santunan diberikan kepada ahli waris dari Eko Nurhadi yang diwakili orangtua eko asal Desa Brangol, Keacamatan Karangjati.

Tampak ikut mendampingi penyerahan santunan kepada keluarga Sumarwan di desa Brangol  adalah Kepala desa setempat  Harun Al Rasyid.

“Kami atas nama  Mas Ibas mewakili untuk mengucapkan  ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga besar Sumarwan atas tragedi di lereng lawu , semoga kepada keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dalam menerima cobaan ini,” ucap Suyadi mewakili Mas Ibas.  (ARD)