Ngawi – Ketua Fraksi Partai Demokrat (F-PD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas menyampaikan di era demokrasi saat ini tidak boleh antipati terhadap kritik. Menurutnya, kritik, masukan atau saran itu juga merupakan warna dari demokrasi dalam menyikapi perbedaan. “Teknologi informasi makin berkembang dan terus dinamis. Berpendapat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai, asas, etika dan norma yang berlaku membuat teknologo dan demokrasi berjalan selaras,” terang Ibas. 
 
Ibas berpendapat Surat Edaran (SE) Kapolri soal Ujaran Kebencian adalah sebagai langkah awal menyikapi maraknya pola komunikasi di Sosial Media (sosmed) yang kebablasan. Contoh ketika yang tidak ada menjadi ada, melecehkan dan tidak sedikit yg menjadikan sosmed sebagai ajang sarana penebar kebencian, dan seterusnya.
 
“Oleh karna itu, jika memang diperlukan untuk jangka panjang, mesti segera dipikirkan payung hukumnya (uu terkait),” kata Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, dalam acara Ngopi Bareng bersama Media Massa, Komunitas Sosial Media (Sosmed) dan Blogger di Waroeng Dipo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jum’at (06/11/2015) malam.
 
Yang pasti, sambung Ibas, di era digital seperti saat ini, semua orang pasti punya media sosial, untuk berbagi cerita, menemukan teman lama, atau malah mencari teman baru. Semakin besarnya antusiasme orang-orang terhadap media sosial, semakin banyak juga hal-hal positif-negatif yang bisa ditemui.
 
Menurut Ibas, sapaan akrab Edhie Baskoro Yudhoyono, menggunakan media sosial memang suka-suka alias nggak ada aturan khusus. Dari yang suka curhat sampai yang suka pamer, semua ada di media sosial. “Tapi kalau kamu pengen memanfaatkan media sosial dengan baik dan menguntungkan, ada caranya,” kata Ibas.
 
Ditegaskannya, menggunakan media sosial sebagai diary memang nggak dilarang. “Tapi kalau setiap hari kamu hanya curhat, orang yang mengikuti medsos kamu pasti terganggu. Kalau pengen banget curhat, coba deh pintar-pintar merangkai kata dan mencari angle yang tepat. Misalnya, kamu bisa aja kan curhat soal pengalaman traveling kamu yang super seru atau kamu bisa kasih rekomendasi tempat makan-makan enak tanpa memberi kesan tukang pamer. Kalau hanya sekedar ngeluh macet atau panas, mending nggak usah,” tandas anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII ini.
 
Sebenarnya, lanjut putra bungsu Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini, mereka yang aktif di media sosial juga bisa jadi profesional. “Aktif main medsos bisa bikin kamu dicari sama brand atau digital agency untuk maintenance medsos. Kamu yang tertarik dengan media sosial bisa coba pekerjaan seperti Social Media Specialist, Social Media Strategic, Social Media Analyst, atau jadi Buzzer aja. Saat ini pekerjaan yang berhubungan dengan media sosial sedang hits lho di kalangan anak-anak muda,” kata anggota Komisi X DPR RI ini.
 
Karena mudah digunakan dan banyak penggunanya, sambung Ibas, mereka yang hobi bisnis bisa memanfaatkan media sosial. “Jualan di Instagram saat ini sangat menggiurkan lho, apalagi kamu juga bisa menyewa jasa artis untuk di-endorse, dijamin dagangan kamu laris deh setelahnya. Kamu yang lebih “niat” bisa aja bikin website sendiri untuk menjual produk yang ingin kamu jual,” ujarnya.