PONOROGO – Salah satu Program Pro Rakyat yang cukup berhasil dilaksanakan di Bumi Reyog Ponorogo adalah Program Nasional Pemberdayaan Mayarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd). PNPM-MPd merupakan program penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat.

 

Sistem perencanaan pembangunan yang partisipatif mulai dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK) hingga PNPM-MPd telah membuktikan bahwa masyarakat diberi kesempatan sepenuhnya dalam menyampaikan aspirasi, merencanakan, melaksanakan dan melestarikan kegiatan, mendapatkan hasil yang cukup menggembirakan.

 

Perpaduan perencanaan tersebut merupakan salah satu amanah dari pemerintah pusat kepada program PNPM-MPd supaya kualitas perencanaan reguler dapat menjadi lebih baik. Beberapa waktu lalu bertempat di Tambak Kemangi Resort Ponorogo diselenggarakan Workshop PNPM-MPd yang dibuka Bupati Ponorogo Amin dan dihadiri Wabup Ponorogo Hj. Yuni Widyaningsih,  Sekdakab Ponorogo DR. Agus Pramono, Kepala SKPD, Para Camat dan kader PNPM Mandiri se-Kabupaten Ponorogo.

 

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Ponorogo, Najib Susilo dalam laporannya menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk menjelaskan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan sehingga dapat menjalin komitmen dan membangun sinergis dari berbagai pihak.

 

“Selain itu untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan,” kata Najib Susilo. Beberapa hasil  yang saat ini bisa dirasakan masyarakat Ponorogo dari sarana dan prasarana fisik yang sudah dibangun antara lain : Jalan Desa sebanyak 883 unit, Jembatan 102 unit, Air bersih 40 unit, Irigasi      106 meter, MCK 24 unit, Pasar desa 58 unit, Gedung Sekolah 112 unit, Gedung Kesehatan 53 unit, Saluran Drainase 81 unit dan Talut 330 unit.

 

Selain sarana dan prasarana fisik,  PNPM-MPd juga peduli dengan roda perekonomian masyarakat diperdesaan. Hal ini diwujudkan dengan adanya Simpan Pinjam Khusus Perempuan dan Usaha Ekonomi Produktif yang dananya terus bergulir dengan baik.

 

Bupati Ponorogo Amin berharap dengan adanya program ini secara nasional bisa menekan angka kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat denang demikian kesejahteraan masyarakat segera terwujud sesuai dengan harapan program dan harapan pemerintah.

 

“Kepada semua pelaku PNPM-MPd baik yang berada ditingkat kecamatan maupun kabupaten kami berharap bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing agar visi dan misi pemerintah Kabupaten Ponorogo bisa segera terwujud dan tujuan PNPM-MPd di Kabupaten Ponorogo dapat tercapai dan dilaksanakan secara benar dan konsisten dengan petunjuk yang ada,” pesan Amin.

 

Dia juga mengapresiasi kegigihan semua pihak di Ponorogo yang telah mengawal semua Program Pro Rakyat. Seperti yang dilakukan oleh Griya Aspirasi EBY Ponorogo yang selalu melakukan pengawalan Program Pro Rakyat termasuk PNPM MPd dengan mengadakan sosilisasi dari desa ke desa. “Ini menunjukkan semangat kebersamaan dalam membangun bangsa ini dan terima kasih semoga langkah ini bisa terus dibangun dan dilanjutkan,” ungkapnya.

 

Berdasarkan data yang ada, pada TA 2013 mendatang Kabupaten Ponorogo akan menerima alokasi PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp 26.500.000.000,00 dengan rincian dari APBN sebesar Rp 25.175.000.000,00 dan penyertaan dana sharring APBD Ponorogo sebesar Rp 1.325.000.000,00 (Data lengkap kecamatan penerima PNPM-MPd TA 2013 Kabupaten Ponorogo terlampir).  “Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pro Rakyat PNPM Mandiri Perdesaan,” tutur Ibas, panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur. Dia yakin kedepan Pemerintah akan terus peduli dan mengalokasikan anggran lebih banyak lagi untuk masyarakat.

 

Sementara itu dalam rangka mengawali Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan dan Integrasi di Kecamatan Bungkal Tahun Anggaran 2013, maka dilakukan Musyawarah Antar Desa (MAD) di tingkat Kecamatan Bungkal  di Balai Desa Kalisat, beberapa waktu  yang dihadiri oleh Camat Bungkal, PjOK, Unsur Instansi di lingkungan Kecamatan, Kepala Desa, Unsur Lembaga Desa, Pelaku PNPM Tingkat Kecamatan, Fasilitator Kecamatan dan Unsur Perempuan.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Bungkal Tony Sumarsono yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya Sosialisasi, disamping sebagai sarana mensosialisasikan program PNPM Mandiri Perdesaan dan juga evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, dengan harapan apa yang menjadi kekurangan di tahun 2012, diharapkan bisa disempurnakan di tahun 2013.

Pola Perencanaan yang dilakukan dalam proses ini adalah pola Integrasi. Camat Bungkal, Tony Sumarsono menghimbau, peran aktif dan partisipasi masyarakat baik Pelaku PNPM Tingkat Kecamatan dan Desa untuk terus meningkatkan Kinerja kerja dan semangat membangun Desa untuk Kecamatan Bungkal. “Tahapan harus diperhatikan dan diikuti oleh seluruh masyarakat dengan tidak mengesampingkan prosedur dan petunjuk teknis yang ada dalam PNPM,” terang Tony Sumarsono.

 

Pada kesempatan itu pula Tony Sumarsono turut menitipkan pesan kepada pelaku-pelaku khususnya UPK dan TPK untuk tidak melakukan hal-hal yang menyimpang dari Program PNPM, baik itu penyimpangan dana ataupun Penyimpangan Prosedur yang ada. “Mari bersama-sama, kita bangun Kecamatan Bungkal ini dengan lebih baik lagi,” tambahnya.

 

Camat Bungkal juga menyatakan, bahwa dirinya mendukung sepenuhnya kegiatan ini, karena selain bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman bagi para peserta, juga untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah terhadap Program Pro Rakyat  Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan.

 

Ia mengatakan lagi, saat ini telah banyak program yang diluncurkan oleh pemerintah, dalam upaya pengentasan dan penanggulangan kemiskinan, seperti program Jaring Pengaman Sosial (JPS), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Keluarga Harapan (PKH), Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) dan pinjaman lunak bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sebagainya.

 

Selanjutnya acara MAD dilanjutkan agenda khusus Sosialisasi yang dimulai dengan Pemaparan Prinsip, Prosedur, Konsep dan Tahapan PNPM, juga evaluasi PNPM Tahun Anggaran 2012 dan penyampaian kembali peran dan fungsi bagi pelaku-pelaku PNPM. juga dibahas dan dipertegas kembali sanksi Lokal yang akan diberlakukan selama proses perencanaan dan pelaksanaan PNPM. Akhirnya, di akhir Acara MAD,  disepakatilah seluruh rangkaian hasil musyawarah dan terlebih pada pelaksanaan Musyawarah Desa Sosialiasi di masing-masing desa.

 

Sementara itu Ketua UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Bungkal, Agus Sudarmono menjelaskan Kecamatan Bungkal Tahun 2009 mendapat alokasi Dana PNPM-MP sebesar Rp 2 Milyard, Tahun 2010 sebesar Rp 1 Milyard, Tahun 2011 sebesar Rp 1 Milyard, Tahun 2012 sebesar Rp 600 Juta, Tahun 2013 menjadi Rp 1 Milyard yang berasal dari alokasi APBN sebesar Rp 950.000.000,00 dan APBD sebesar Rp 50.000.000,00. “Mudah-mudahan tahun 2014 mendatang  ada penambahan lagi bagi kecamatan Bungkal dari Program Pro Rakyat PNPM Mandiri Perdesaan ini,” jelasnya.  

 

Dia menerangkan dari Dana tersebut sebanyak 25% untuk Simpan Pinjam di masing-masing Desa dari 19 Desa yang ada di Kecamatan Bungkal. “Sedangkan yang 75% untuk pembangunan sarana dan prasarana atau infrastruktur,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut juga  diserahkan secara simbolis surplus PNPM Mandiri Perdesaan TA 2011 berupa 346 paket sembako, yang berisi Beras 5 Kg, Minyak Goreng 2 Liter dan Gula Pasir 2 Kg untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) dari 19 Desa se-Kecamatan Bungkal. Total dana sosial PNPM-MPd Kecamatan Bungkal TA 2011 mencapai Rp 30.815.000,00.

 

Acara dihadiri oleh Camat Bungkal, Kepala Desa dan Sekretaris Desa se-Kecamatan Bungkal serta pelaku PNPM-MPd  Kecamatan Bungkal dan pelaku PNPM-MPd dari 19 desa yang ada di Kecamatan Bungkal. (MUH NURCHOLIS)