Ngawi-Sungguh ironis, keberadaan taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Ngawi cukup diminati, sayang perhatian pemerintah daerah masih minim. Akibatnya perlengkapan, sarana dan prasarana sekolah masih jauh dari yang diharapkan.

Seperti yang dirasakan TK Nawa Kartika di Dusun Teguhan, Desa Teguhan, Kecamatan Paron. Pihak pengelola TK setempat berharap pemerintah memberikan perhatian sehingga bangunan fisik tidak semakin merana.

Budiono, pendiri TK Nawa Kartika mengakui, TK yang dirintis sejak tahun 2003 lalu ini hingga sekarang sama sekali belum terjamah bantuan dari pemerintah. Padahal dirinya sudah mengajukan dua kali proposal bantuan kepada Dinas Pendidikan Ngawi. “ Kami sudah 2 kali mengajukan namun belum ada tanggapan, padahal TK ini sudah saya daftarkan registrasinya akan tetapi pemerintah belum mengulurkan bantuan keuangan sejak berdiri sepuluh tahun lalu,” terang Budiono.

Dirinya menuturkan, untuk sementara operasional TK yang dibinanya hanya mengandalkan bantuan swadaya dari wali murid dan kantong pribadinya. Selain itu untuk melengkapi sarana pendidikan dirinya rela menggadaikan SK PNS yang dimiliki ke Bank hanya demi membangun sebuah gedung gedung sederhana. “Jumlah murid yang ada disini rata-rata setiap tahunya ada 30 anak dan itupun kita kelola semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita,” ungkapnya.

Bahkan dirinya menyebut sesuai Permendiknas No.36 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Pendidikan Nasional, TK masuk di dalam PAUD, dibawah Direktorat PAUDNI. “Seharusnya TK ini bisa mendapatkan bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah melalui pos APBN senilai Rp 3 miliar lebih. Tapi nyatanya dasar atau aturan sesuai Permendiknas tersebut belum dapat kita nikmati hingga sekarang ini,” ulasnya.

Sementara itu, Kabid PAUDNI Diknas Ngawi, Dra Retno Wahyu W, mengaku sudah melakukan semua program terkait TK maupun PAUD dengan melakukan pendataan untuk diajukan ke pemerintah pusat. Namun pihaknya ketika ditanya mengenai program bantuan tahun 2013 ini belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Alasannya, pihak pemerintah disaat memberikan bantuan semacam block grand dilakukan secara mendadak tanpa adanya tahapan atau ajuan yang dikehendaki. “Selama ini khususnya tahun 2013 kami belum tahu apakah ada bantuan atau tidak,” terang Retno.

Seperti diketahui, dari data rekapitulasi PAUD di wilayah Kabupaten Ngawi, jumlah lembaga yang berada dibawah naungan PAUDNI Kabupaten Ngawi ada sekitar 1.280 lembaga. Terdiri dari 400 kelompok bermain, 481 TK, 373 Pos PAUD atau taman posyandu, 11 TPA  dan SPS selain PAUD ada 15 lembaga. (Ardian)