Ngawi- Kesiapan petugas dalam menyambut arus mudik dan arus balik 2016 dan kenyaman para pengguna jalan, yakni kendaraan truk dilarang beroperasi mulai 1 Juli hingga 10 Juli. Seperti diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Ngawi AKP I Made Parwita menjelaskan, larangan dikecualikan bagi kendaraan yang mengangkut bahan bakar minyak, ternak, bahan pokok, pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang ekspor impor dari dan ke pelabuhan, serta motor untuk angkutan mudik gratis.

“Larangan melintas bagi kendaraan angkutan baranng tersebut mendasar Surat Edaran No 22 Tahun 2016 tentang Pengaturan Lalu Lintas,” terang dia.
Ditegaskan lagi, untuk meminimalisasi pelanggaran selama masa larangan melintas maka jajaran Satlantas Polres Ngawi bersama jajaran Dishubkominfo melakukan patroli rutin disepanjang lintasan jalur mudik diwilayahnya. Antara lain dari titik Mantingan – Ngawi, Ngawi – Talok maupun kearah Maospati Madiun.
Untuk menekan pelanggaran truk pada saat pemberlakuan aturan ini kami bekerjasama jajaran dari Dinas Perhubungan akan lakukan patroli rutin secara estafet dari titik ke titik. Tentunya para sopir mentaati aturan ini jika tidak pasti dikenai sangsi,” ujarnya lagi.
Mengenai sanksi itu sendiri pungkasnya, jika truk dengan rute antar propinsi jelas akan dihentikan ditempat sampai larangan melintas berakhir. 
Tetapi bagi truk yang hanya rute dalam wilayah aderah maka akan disuruh putar balik. Tentunya langkah ini untuk memberikan kenyamanan pemudik jangan sampai terjadi kemacetan di jalan.


Ngawi menjadi salah satu kota penghubung antara Surabaya (Jawa Timur) dan Yogyakarta (Jawa Tengah) di prediksikan bakal terjadi kepadatan arus lalu lintas. Tambah Kasat Lantas Polres Ngawi menghimbau untuk memanfaatkan rest area bila merasa kelelahan dan waspada karakteristik jalan yang bergelombang dan lubang. ARD