Pacitan- Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi dampak kemiskinan. Salah satunya dengan menggulirkan kembali program perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain atau jamak disebut dengan transmigrasi. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pacitan, HM. Fathony mengatakan, awalnya, program transmigrasi sempat stagnan. Hal tersebut dikarenakan, tidak siapnya daerah tujuan menerima para transmigran asal Pacitan. Namun setelah dilakukan pembicaraan lintas provinsi, beberapa daerah diluar Pulau Jawa, bersedia membuka lahan untuk para transmigran. “Ada beberapa lokasi sebagai daerah tujuan transmigrasi. Seperti Aceh, Bengkulu, Kaltim, Kalbar, dan Ternate,” kata Fathony, Jumat (29/2).

Namun, lanjut dia, para transmigran lebih tertarik ke Sumatera. Dengan alasan selain radius paling dekat dengan daerah asal, juga tingkat kesuburan tanah di Sumatera jauh lebih baik ketimbang daerah-daerah tujuan transmigran lainnya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan tersebut menjelaskan, tahun 2012 lalu, Pemkab Pacitan telah memberangkatkan 10 kepala keluarga (KK) sebagai calon transmigran asal Pacitan menuju Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. “Sisanya sebanyak 15 KK, rencananya diberangkatkan waktu dekat ini,” jelasnya, kemarin.

Sementara pada Tahun 2013 ini juga akan diberangkatkan sebanyak 15 KK dengan daerah tujuan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Menurut Fathony sesampainya didaerah tujuan, para transmigran akan mendapatkan fasilitas berupa lahan olahan dan tempat tinggal seluas 2 hektar. Selain itu mereka juga akan mendapatkan jaminan hidup selama setahun. “Lahan tersebut sudah termasuk rumah tempat tinggal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Pacitan, H. Indartato mengatakan, saat ini angka kemiskinan di Pacitan masih sekitar 13 persen. Lain itu juga masih ada 6000 warga miskin yang tercecer belum terkafer dalam pendataan BPS dan program PLS. Menyikapi persoalan itu, Pemkab Pacitan telah menggulirkan gerakan terpadu mensejahterakan masyarakat Pacitan (Grindulu Mapan). Pun, program transmigrasi sekarang ini kembali digulirkan. (Yuniardi Sutondo)