Ngawi-Pelaksanaan Ujian Nasional 2013 untuk siswa SMA pada 15-18 April mendatang dan siswa SMP 22-25 April 2013 nampaknya menjadi perhatian tersendiri bagi anggota dewan.

Slamet Riyadi Ssos, ketua komisi 2 DPRD Ngawi, kepada media menjelaskan UN tahun ini diharapkan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dinilai membuat citra buruk pendidikan di kabupaten Ngawi.

Menurutnya preseden buruk tersebut diantaranya, jawaban sama di satu sekolah, dan pelaksanaan pengawasan yang tidak professional sehingga harus berurusan dengan Pusat Penilaian Pendidik (Puspendik).

Slamet menambahkan, preseden tersebut diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin agar kiranya peserta didik tidak kembali mengalami kegelisahan.

“Kuncinya adalah peran penting dari pengawas pelaksanaan UN sendiri, sehingga di harapkan panitia penyelenggara UN melibatkan orang umum atau lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi yang berkompeten dalam dunia pendidikan ” tegasnya.

Dari informasi yang kami peroleh, pelaksanaan UN masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebelum UN siswa akan melaksanakan Uas yang penyelenggaraannya telah dilakukan pada 11-16 Maret lalu. “Nilai UAS langsung dilaporkan ke Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), sehingga saat pengumuman kelulusan nanti sudah diketahui peserta yang tidak lulus. Tidak ada lagi kesempatan sekolah untuk mengubah nilai muridnya,” tukasnya. (Ardian)