Jakarta – Warisan budaya Indonesia kembali mendapatkan pengakuan dunia internasional. Subak Bali atau empat kawasan yang terintegrasi sebagai satu kesatuan bernama Bali Cultural Landscape (sistem subak) akan mendapatkan pengakuan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan budaya dunia. Keempat kawasan tersebut yakni kawasan pertanian Jatiluwih di Tabanan, Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung, Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan di Gianyar, dan Pura Ulun Danau Batur di Bangli.

 

“Satu lagi kabar gembira bagi bangsa Indonesia, akhirnya budaya Subak Bali sebagai cermin Tri Hita Karana (Hubungan manusia dengan alam, Tuhan dan Manusia red) baru saja disetujui untuk ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO,” ungkap Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamenbud), Wiendu Nuryanti di Jakarta.

 

Wiendu mengatakan, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi urusan pendidikan dan kebudayaan ini, secara resmi akan menetapkan empat kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) yang sebelumnya telah diusulkan Bali pada Mei 2012. “Penetapan secara resmi akan dilaksanakan di Saint Petersburg, Rusia tanggal 20 Juni mendatang. Setelah dua belas tahun perjuangan, dunia ikut bangga dengan Indonesia. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” tambahnya.


Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyambut baik ditetapkannya budaya Subak Bali sebagai warisan budaya dunia. “Masih banyak lagi warisan budaya Indonesia yang bisa menjadi kebanggaan kita bersama. Saya harap semua stakeholders bisa terus secara simultan mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia agar semakin  dikenal dunia internasional. Pengakuan ini seharusnya memotivasi kita untuk terus berupaya melestarikan warisan budaya Indonesia,” terang politisi muda ini.

 

Subak adalah suatu masyarakat hukum adat yang memiliki karakteristik sosioagraris- religius, yang merupakan perkumpulan petani yang mengelola air irigasi di lahan sawah. Pengertian subak seperti itu pada dasarnya dinyatakan dalam peraturan-daerah pemerintah-daerah Provinsi Bali  No.02/PD/DPRD/l972.