PONOROGO – Sebuah kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Ponorogo, Selasa (18/3) mendapat kunjungan khusus Presiden RI  Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Mengenakan batik warna coklat, Presiden SBY didampingi Mendikbud Mohammad Nuh dan Gubernur Jatim, Soekarwo serta Budhe Karwo. Tampak ikut pula, putra kedua SBY yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono.

 

Pada kesempatan tersebut rombongan SBY  mengunjungi pusat kerajinan khas Ponorogo yang di Jalan Raya Pacitan, Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo. Ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden SBY ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Selasa (11/3) pekan lalu.

 

Di lokasi ini diproduksi kerajinan khas Ponorogo, seperti perangkat gamelan. Ada Gong Barong, Gong Gede, Gong Penerus, Gong Kenong, Gong Kempul, Gong Saron Peking, Slentem, Gender Gambang, Kendang, dan masih banyak lagi.

 

Selang beberapa menit kemudian, SBY  dan rombongan melihat proses pembuatan gamelan di salah satu ruangan milik Mbah Kusnan. Di tempat itu mereka mendapat penjelasan tentang tahapan memproduksi alat musik tradisional Jawa dari Kusnan si perajin gamelan. “Sinten ingkang nglaras (siapa yang mengharmoniskan nada pada gamelan),” tanya Ani kepada Mbah Kusnan. Kusnan pun menjawab bahwa ia sendiri yang nglaras gamelan.

 

Usai melihat proses pembuatan gamelan, SBY dan Ani Yudhoyono sempat memukul denung, salah satu jenis gamelan, selama beberapa detik. Tidak itu saja, mereka juga membunyikan gong secara bergantian. Kontan saja, sejumlah warga yang berada di lokasi yang berada di tepi jalan raya Ponorogo-Pacitan itu bertepuk tangan.

 

Selain itu  Presiden SBY mendengarkan cerita pengrajin Mbah Kusnan, yang menggeluti kerajinan gamelan sejak 1975 dan hasil karyanya sudah merambah ke seluruh Indonesia sejak 1991 dan banyak mendapat penghargaan internasional. Bahkan pemerintah AS pernah memberikan penghargaan terhadap hasil karya Mbah Kusnan.

 

Pada kesempatan tersebut Presiden SBY meminta agar kesenian ini terus dilestarikan. SBY mengimbau para penari melestarikan sebagai budaya kearifan lokal Indonesia. “Bagus-bagus ya karya asli Indonesia. Ini harus terus dikembangkan,”  tutur SBY. Terlihat sesekali, SBY dan Ibu Ani memainkan gamelan yang dipajang oleh Mbah Kusnan (60 th), salah satu pengrajin gamelan.

 

Dia merupakan salah seorang penrajin gamelan mengatakan, membuat gamelan itu mudah asal dikerjakan dengan rasa cinta. Mbah Kusnan selalu memberi motivasi pada pekerjanya, bahwa sesuatu yang dilakukan ini semata-mata karena rasa peduli terhadap kesenian lokal.

 

Menurut Mbah Kusnan, seorang pembuat gamelan tidak perlu keahlian khusus. “Yang lebih dibutuhkan sebenarnya adalah cinta dan kesadaran akan kesenian lokal. Yang butuh keahlian itu hanya waktu penyetelan suara saja. Kalau pembuatannya tidak perlu,” kata Kusnan.

 

Pada kesempatan tersebut Mbah Kusnan juga  mengucapkan terima kasih kepada Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) yang pernah memperhatikan kerajinan gamelan yang ia tekuni. “Bahkan profil usaha gamelan pernah diangkat dan diekspose di Majalah Sinergis yang diterbitkan oleh Mas Ibas,” akunya.

 

Sementara itu, Sarbani (56 th), pengrajin Reyog Ponorogo asal Kelurahan Tambakbayan mengaku bersyukur bisa bertemu dengan SBY dan Bu Ani. “Ini bisa memompa dan semangat bagi kami serta menambah spirit bagi kami untuk mengembangkan seni reyog,” kata Sarbani.

 

Produk gamelan  ‘Kota Reyog’ ini tidak terbatas untuk pasar dalam negeri, melainkan juga memenuhi permintaan pasar ekspor, seperti ke Malaysia, Suriname dan Amerika Serikat. Gamelan meenjadi salah satu prestasi dari pusat kerajinan khas Ponorogo.

 

Sayangnya kunjungan Presiden SBY di Kabupaten Ponorogo tidak mendapat sambutan dari Pemkab Ponorogo. Hal tersebut diketahui setelah Bupati Ponorogo Amin maupun Wabup Ponorogo Hj. Yuni Widyaningsih tidak tampak menyambut kehadiran SBY, hanya Komandan Kodim 0802 Ponorogo, Letkol Inf. ARH. Beny Suryana menyambut kehadiran SBY. (MUH NURCHOLIS)