PONOROGO – Pemkab Ponorogo melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan pemangkasan sembilan bundaran patung Reyog dari sepuluh bundaran yang ada di persimpangan jalan. Hal ini dilakukan, agar arus lalu lintas menjadi lancar.

   

     Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto, pemangkasan ini menjadi kebijakan Pemkab Ponorogo. Hal itu disebabkan, karena populasi kendaraan semakin meningkat. Hal ini berakibat pada peningkatan kepadatan jalan dan mengurangi kelancaran arus lalu lintas.

 

     “Pertambahan jumlah sepeda motor saja mencapai 100 sampai 150 buah setiap bulannya. Padahal, lebar dan panjang jalan tidak bertambah. Karena itu, arus harus lancar,” terang Jamus Kunto, kepada wartawan. Bundaran pertama yang telah dipangkas yakni Bundaran Warok atau biasa disebut Bundaran Ngepos di ujung selatan Jalan Soekarno-Hatta.

 

     Diameter bundaran ini diperkecil dari yang semula 10 meter menjadi hanya tiga meter. Namun patung yang berada di tengah bundaran tidak dirubah posisinya. “Bagian bawah saja yang dipangkas, patung tidak dirubah posisi. Soalnya ini ada nilai historisnya,” tambahnya.


    Pemangkasan atau pengeprasan ini sebagai tindak lanjut dari rencana Pemkab Ponorogo menjadikan ruas Jalan Soekarno-Hatta dari bundaran Patung Adipura di Pasar Legi ke selatan sebagai jalur satu arah. Di ujung jalur ini akan dipasangi lampu lalu lintas. Di bundaran yang lain, pemangkasan akan dilakukan sesegera mungkin.


    Saat ini masih dalam proses lelang untuk pengerjaannya. Bundaran Ngepos diprioritaskan karena mulai hari Senin (16/5), pemberlakuan satu jalur sudah dilakukan. Sebagai kompensasi, Jalan Bhayangkara yang sejajar dengan Jalan Soekarno-Hatta dibalik arusnya dari searah ke selatan menjadi searah ke utara. (mnc)