Trenggalek – Dinas Kesehatan Trenggalek, Jawa Timur mengklaim Wabah Demam Berdarah di wilayahnya mulai menurun, indikasinya jumlah pasien yang menjali perawatan di rumah sakit maupun puskesmas berkurang jika dibandingkan beberapa minggu yang lalu. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Sugito Teguh mengatakan, pada puncak demem berdarah beberapa pekan yang lalu, jumlah pasien baru di rumah sakit dan puskesmas per hari rata-rata lebih dari empat orang, sedangkan saat ini hanya kurang dari dua pasien. “Demam berdarahnya memang masih ada, namun sudah turun drastis,” katanya. 
 
Menurutnya, selama kurun waktu bulan Januari hingga Maret 2016 jumlah penderita demam berdarah di Trenggalek mencapai 134 orang, dari jumlah tersebut satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia. Meskipun tergolong tinggi, pihak dinkes mengklaim jumlah penderita Demam Berdarah tahun ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu.
 
“Tahun ini hanya sepertiganya tahun lalu,” ujar Teguh.
 
Meski demikian, dinas kesehatan mengakui hingga saat ini potensi penyebaran demam berdarah masih terus terjadi, mengingat kondisi cuaca dalam beberapa pekan terakhir cenderung tidak menentu , terkadang hujan terkadang panas. Kondisi cuaca seperti yan tidak menentu menyebabkan nyamuk Aides Aigepty yang membawa virus demam berdarah mudah untuk berkembang biak. 
 
Selain itu, petugas juga masih gencar melakukan upaya pemberantasan nyamuk dengan metode pengasapan (fogging), cara ini dilakukan pada wilayah-wilayah endemis Demam Berdarah serta lokasi yang penyebaran baru
 
Terkait kondisi tersebut, kepala dinas kesehatab meminta, masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mejaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi korban demam berdarah. “Terutama dengan Gerakan Tiga M plus,” pungkasnya. (dim)