PONOROGO  – Banyaknya kebutuhan daging sapi di kota-kota besar menjadikan sebuah ide positif untuk memanfaatkan kebutuhan pasar tersebut.  Terbukti Agus Kholik, salah seorang Pengusaha Nasional yang merupakan putra daerah Ponorogo  sukses  membangun Rumah Potong Hewan (RPH)  Modern PT  Rita Jaya Beef (RJB). RPH yang dibangun Agus mencapai nilai investasi yang cukup besar, sekitar Rp 4 Milyar lebih. Bahkan peresmiannya RPH milik Agus dilakukan oleh Bupati Ponorogo Amin,  Jum’at (1/3) di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

RPH ini diharapkan bisa memenuhi target  permintaan Pasar Nasional dari sektor daging. Pada kesempatan tersebut Bupati Amin meminta kepada para pengusaha serta pemilik RPH Modern PT. RJB Ponorogo  untuk mau mengajak para peternak serta jagal sapi tradisional yang ada di Bumi Reyog untuk ikut meningkatkan pangsa pasar seperti yang akan dilakukan RPH Modern PT.  RJB Ponorogo. “Pemkab Ponorogo berharap kepada  para pengusaha serta Pemilik RPH Modern PT. RJB Ponorogo untuk selalu menggandeng peternak serta jagal sapi dalam pemenuhan daging Nasional,” pinta Amin yang juga mantan Kades Tosanan, Kecamatan Kauman, Ponorogo ini.

Disela-sela peresmian RPM milik swasta tersebut.  Para  undangan yang didominasi pengusaha juga diberikan kesempatan melihat tempat pemotongan hewan sapi yang bisa menyembelih sapi dalam jumlah banyak dan diantar langsung oleh Direktur RPH Modern PT. RJB Ponorogo, Agus Kholik.

Agus memaparkan selain pemotongan sapi di RPH miliknya nantinya juga membuat daging beku yang langsung disebarkan di sejumlah perusahaan besar yang ada di Indonesia. “Tujuan dibangunnya RPH ini adalah untuk ikut menjaga serta menstabilkan harga daging sapi,” ujar Agus Khalik. Dia juga menjelaskan bahwa RPH miliknya juga untuk mengurangi mata rantai ketersediaan daging sapi Nasional. “Ini juuga menjadi spirit bagi para peternak di Ponorogo,” paparnya.

Lebih lanjut, putra Purnawirawan TNI AD ini menguraikan bahwa pihaknya juga menggandeng pengusaha Australia dalam bisnisnya. “Tapi kita tetap mengedepankan Akidah Islam dalam pengelolaan RPH ini,” tambahnya. 

Sedangkan Penasehat RPH Modern PT. RJB Ponorogo, Sartono Hutomo mengaku adanya RPH  Modern PT. RJB Ponorogo tidak akan mempengaruhi penghasilan atau pangsa pasar jagal sapi tradisional. “Bahkan kita  akan selalu menggandeng jagal sapi tradisional di Ponorogo untuk mengembangkan usaha ini,” ungkap Sartono Hutomo yang juga Bendahara Umum DPP Partai Demokrat ini.

Pria kelahiran Pacitan, Jawa Timur juga mengapresiasi RPH Modern PT. RJB Ponorogo yang juga membangun tempat Pendidikan dan latihan (Diklat) pengelolaan RPH di lokasi tersebut. “RPH Modern PT. RJB Ponorogo merupakan Pilot Project Nasional dalam pengelolaan Rumah Potong Hewan karena dilengkapi dengan balai Diklat,” jlentrehnya.  Rencananya RPH Modern PT. RJB Ponorogo ini juga akan menggandeng sejumlah peternak sapi untuk membudidayakan sapi potong yang memiliki berat dan postur standart Nasional sehingga bisa memiliki nilai jual tinggi. (MUH NURCHOLIS)