Magetan- Ditutupnya Proyek galian C di Desa trosono Kecamatan Parang membuat warga Desa sedikit senang, karena mereka sudah lama menginginkan Penutupan galian C tersebut. Menurut Djimun Warga yang rumahnya tidak jauh dari Lokasi galian mengatakan , keinginan agar galian tersebut ditutup sudah lama, namun tidak ada respon sama sekali dari yang punya galian.(3/4/13)

“ Sudah lama kami mengusulkan untuk di tutup Proyek tersebut, namun sampai Jalan Desa kami Rusak begini tidak ada respon dari pihak- pihak terkait” terangnya.

Akibat dari jalan yang Rusak di Desa Trosono , sudah banyak yang pernah menjadi korbannya, sedikitnya setiap minggu pasti ada yang jatuh terkilir akibat rusaknya jalan.

“ Sedikitnya hampir tiap Minggu, malah ketika musim Hujan gini, banyak orang    terjatuh dari sepeda karena mencari  jalan yang bisa dilalui, saya sendiri pernah jatuh saat boncengan dengan teman waktu berangkat ke Sekolah” terang Kusno, salah satu Pengguna Jalan tiap hari yang melewati Desa trosono.

Masalah penutupan galian C di Trosono  yang melanggar Perbup Nomor 48 tahun 2010( Sumber Jawa Pos), mendapat tanggapan langsung dari Koordinator EBY kabupaten Magetan,  yang pernah  juga mendapat keluhan sebagian warga  ketika bertemu beberapa waktu lalu. Mereka  mengungkapkan, Kenapa baru sekarang Pemkab Magetan beraksi. “Ketika Jalan Sudah terlanjur Rusak Parah, baru ditutup, ada apa dengan Pemkab, ini bukti jika Pemerintah Kabupaten Kurang tanggap terhadap permasalahan – permasalahan di desa ”  tegas Agus Suprayitno

Agus menambahkan, mestinya pemerintah  sudah lama mendengar , tidak mungkin pemerintah tidak mendengar dengan keberadaan proyek Galian C tersebut. “Mulai dari Tingkat Kecamatan pasti sudah mendengar, pekerjaan galian itu sudah berlangsung hampir 2 tahun ini, itu yang kita pertanyakan, kenapa Baru sekarang di tutup, ada apa di belakang penutupan galian tersebut”tambahnya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan, Kerusakan Jalan di desa Trosono harus segera diperbaiki, perbaikan jalan tersebut jangan dibebankan kepada pemerintah desa setempat .

“Yang punya pekerjaan proyek galian harus bertanggung jawab tentang permasalahan jalan desa trosono, mereka( yang punya Proyek) harus ikut  melakukan reboisasi alam dan memperbaiki Jalan desanya, agar keseimbangan alam dapat terjaga dan keadilan akan hak Desa juga terpenuhi” tegasnya. (Maksum)