Jakarta – Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau akrab disapa Ibas mengajak kaum muda Indonesia untuk terus mengawal nilai-nilai Pancasila dan menjaga sistem demokrasi terus tumbuh dan berkembang ke arah yang benar sesuai cita-cita perjuangan bangsa. 

“Kita patut bersyukur karena sistem demokrasi kita terus tumbuh dan berkembang dengan baik ke arah yang benar. Mari kita kawal dan kita jaga bersama karena sejak memasuki era reformasi, para pemimpin bangsa telah memberikan teladan dengan konsisten terus mengawal nilai-nilai demokrasi ini berjalan dengan baik,” jelas Ibas di sela-sela Seminar Nasional yang diselenggarakan Fraksi Partai Demokrat MPR RI bekerja sama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Ibnu Chaldun Jakarta di Ballroom Binakarna, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis, 28/5/2015.

Pada seminar yang mengambil tema “Memperteguh Komitmen Pelaksanaan Demokrasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” tersebut, Ibas memaparkan peran aktif generasi muda dalam mengawal Demokrasi Pancasila bisa diimplementasikan dengan ikut terlibat menyuarakan aspirasi rakyat lewat berbagai forum dan media sesuai dengan aturan yang berlaku. “Bentuk partisipasi bisa dalam proses mengawal, mengontrol, mengkritisi jalannya pemerintahan dan legislatif termasuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan bangsa,” tambah Ibas yang juga menjadi salah satu narasumber seminar.

Lebih lanjut, Ibas juga menggarisbawahi pemahaman dan pengamalan Pancasila sebagai landasan bernegara yang kini memiliki banyak tantangan. “Kita bangga karena nilai-nilai Pancasila terus relevan dengan kehidupan berbangsa yang terus dinamis. Tantangan kita bersama untuk konsisten mengedepankan toleransi dan penghargaan atas perbedaan-perbedaan yang ada menjadi bingkai persatuan bangsa,” tutur wakil rakyat asal Dapil VII Jawa Timur ini.

Meski demikian, Ibas mengingatkan agar generasi penerus bangsa dapat mengantisipasi dan tetap menjaga agar identitas Demokrasi Pancasila tidak terbawa arus modernisasi dan leberalisasi. “Demokrasi di Indonesia tetap mempunyai identitas diri, tidak ikut arus liberalisasi, Bangsa Indonesia bisa menjalankan demokrasi yang seiring dengan nilai dasar Pancasila yang mengedepankan etika, norma, ikuti aturan hukum demi tercapainya kesejahteraan bangsa,” tutup anggota Komisi 10 DPR RI ini.