Ngawi-Hujan dengan itensitas tinggi, dampak positif nampaknya tidak hanya di rasakan oleh para petani saja tapi juga pedagang lombok.  Curah hujan membawa berkah ekonomis bagi para petani, penjual baik eceran maupun juga para tenggkulak. Kenaikan harga komoditas pertanian mencaapai 30 sampai 50 persen dari harga sebelumnya. Menurut Salah satu warung makan di seputaran kota Ngawi juga membenarkan tentang kenaikan harga komoditas, khususnya cabai. “Harga bawang merah juga naik sekitar 1 ribu rupiah, barusan saya beli dari pasar seperempat seharga 6 ribu rupiah”, kata Sutini, salah satu penjual makanan di kota Ngawi. barang – barang yang menjadi kebutuhan dapur rumah tangga meliputi; cabai, bawang merah, bawang putih, daging dan telur, sementara yang lain – lain masih normal. Harga tersebut menurut beberapa penjual memang sudah wajar dan masih dalam kategori stabil. “memang ada kenaikan harga, hanya saja kenaikan barang-barang dapur tersebut masih rendah, misal harga cabe 50 ribu, naik menjadi 55 ribu rupiah, begitupula, daging ayam, telur, dll”, kata Bu Anik, penjual di pasar besar Ngawi. “Bahan – bahan dapur tersebut kami mengambil dari luar kota, Pare Kediri, Blitar, sedikit dari Ngawi, Magetan dan Madiun, imbuhnya kepada Siaga, Sabtu (12/03/16). Menurut beberapa penjual, hanya telur yang mengalami penurunan harga. Telur yang semula harga 20 sampai 23 ribu, sekarang turun ke kisaran 18 sampai 16 ribu. Tampar hijau, tampar merah dari 20 sampai 25 ribu kini naik hingga harga 50 sampai 60 ribu perkilogramnya. Sementara bawang merah, bawang putih dari yang semula 10 sampai 15 ribu perkilogramnya, melesat ke angka 30 sampai 35. Tomat mengalami kenaikan hamper separoh harga, yakni dari 7 ribu jadi 10 sampai 12 ribu. Bu Ambar Winarni, penjual di pasar besar Ngawi, “naiknya harga harga tersebut diakibatkan karena distribusi barang dari luar kota telat, musim masyarakat punya gawe serta gagal panen. Sehingga kebutuhan juga meningkat. “cabai, daging ayam, tomat bawang merah/putih sudah seminggu ini mengalami kenaikan harga, yang tidak hanya telur yang justru turun dan kemungkinan juga akan menyusul”, katanya. Bu Winarni, Penjual Ayam Daging, juga membenarkan perihal melonjaknya harga – harga kebutuhan tersebut. “Harga Daging Ayam sekarang naik hingga 33 ribu, padahal seminggu sebelumnya 25 ribu”, katanya.