Ngawi –Ditengah guyuran hujan lebat, puluhan kader dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cabang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menggelar aksi damai di perempatan kartonyono Ngawi. Jumat (05/04/2013).
 
Mereka menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tengah digodok di DPR RI. Selain berorasi massa juga membentangkan spanduk besar yang bertuliskan “ RUU ormas berbahaya, hanya menjadi penghambat alat dakwah, Tolak RUU Ormas ” dan tulisan protes-protes lainnya.
 
“Tujuan aksi hari ini adalah untuk menolak disahkannya RUU Ormas yang akan mengembalikan rezim represif ala Orde Baru, dimana kebasan berbicara, kebebasan mengkritisi pemerintah akan dikekang,” kata Muhammad Amin, Ketua DPD 2 HTI Kabupaten Ngawi.
 
Menurutnya, RUU tersebut memiliki potensi membumbung masyarakat yang kemudian didalamnya juga ada keharusan berpegang pada azas tunggal Pancasila yang sesungguhnya sudah di hapuskan oleh TAP MPR Nomor 18 Tahun 1998.
 
“Disitu nanti ada larangan berpolitik bagi ormas dan pemerintah mengontrol ketat ormas, itu sama saja dengan represif ala Orde Baru melalui penghidupan kembali azas tunggal Pancasila itu,” ujarnya sembari disambut yel-yel massa HTI.
 
Ia menyatakan seharusnya yang diperlukan adalah menata ulang kerangka berpikir untuk menemukan jalan bagaimana membina masyarakat dan membawa negara ini kearah yang lebih baik serta mengenali siapa sesungguhnya yang menjadi ancaman terbesar dan cara menghadapinya.
 
“Fakta yang ada, ancaman itu adalah ideologi sekularisme, kapitalisme, dan imperalisme modern yang telah mencengkeram negara ini dari berbagai aspek kehidupan, terutama dibidang politik dan ekonomi,” ujarnya.
 
Aksi penolakan RUU Ormas itu dibawah pengawalan ketat aparat Polres Ngawi, berlangsung damai. Usai melakukan orasi massa membubarkan diri secata tertib dan menuju lokasi berkumpul. (Ardian)