PONOROGO – Nasib apes menimpa Parni (55 th), warga Dukuh Ngecek-Ngecek, RT./RW. 02, Desa Bareng, Kecamatan Pudak, Ponorogo. Betapa tidak, Parni bersama warga lainnya bermaksud melakukan kerjaannya dan bergotong royong membersihkan saluran irigasi di Dukuh Tajem, Desa Bareng dari timbunan longsor, malah terjadi tragedi memilukan.
 
     Parni disaat sedang melakukan kerjaannya malah tertimbun tanah longsor dari atas tebing, Rabu (30/3) sekitar pukul 07.30 WIB. Bahkan Parni langsung meninggal dunia di lokasi kerjabakti karena tidak bisa menyelematkan diri.
 
     Menurut salah satu saksi mata, Suratno (52 th), dia bersama petani lainnya bersama-sama bergotong royong membersihkan bekas longsoran di irigasi agar aliran air lancar. “Tanpa kita sadari, tiba-tiba tebing longsor lagi dan Pak Parni tertimbun tidak bisa menyelematkan diri,” kata Suratno.
 
     Sementara itu Tumiran (45 th), petani lainnya mengaku sebelum terjadi longsoran dan mengenai dam beserta saluran irigasi, di wilayah tersebut hujan deras mengguyur berjam-jam. “Kemarin siang hingga malam hujan deras mengguyur desa kami,” tutur Tumiran.
     
     Dia bersama warga lainnya sebenarnya sudah berhati-hati tetapi memang alam tidak bersahabat. “Sehingga tiba-tiba ada longsoran lagi,” katanya. Semua petani yang berada di TKP bisa menyelematkan diri, hanya Parni yang tidak bisa menyelamatkan diri. “Mungkin sudah nasib,” bebernya.
 
     Melihat Parni tertimbun, warga sudah berusaha menolong dan menggali lokasi Parni tertimbun. “Nyawa Pak Parni tidak bisa tertolong dan tewas di lokasi,” urainya. Atas kejadian itu, warga melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Pudak. Karena kematian korban murni musibah, jenazah Parni langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan di TPU Desa Bareng. (MUH NURCHOLIS)