Trenggalek – Selama delapan hari kedepan Pemerintah Indonesia menyelengarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio untuk bayi dibawah lima tahun atau balita. Di Trenggalek, Jawa Timur peserta imunisasi polio ini diperkirakan mencapai lebih dari 45 ribu balita. 
 
Pencanangan pekan imunisasi nasional polio di Kabupaten Trenggalek, dilakukan lapangan Baruharjo, Kecamatan Durenan. Ratusan balita dari berbagai desa mendapatkan imunisasi polio secara gratis dari dinas kesehatan. 
 
Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, mengatakan, pada PIN tahun ini jumlah balita yang mendapatkan tetesan vaksim polio sebanyak 45.134 jiwa, yang tersebar di 157 desa dan kelurahan.
 
Untuk memaksimalkan program nasional ini, Pemkab Trenggalek menggandeng seluruh unit kesehatan, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Selain itu program ini juga melibatkan aparatur RT serta tokoh masayarakat yang ada di kawasan pedesaan. 
 
“Terget kami 100 persen balita Trenggalek mendapatkan imunisasi polio, karena ini sangat penting untuk kesehatan balita kita,” katanya. 
 
Disisi lain Dinas Kesehatan Trenggalek memastikan, program imunisasi ini tidak hanya terbatas bagi balita yang terdata sebagai warga trenggalek, namun seluruh balita yang tinggal di Trenggalek berhak dan akan mendapatkan imunisasi polio secara gratis.  
 
“Meskipun warga luar daerah tidak menjadi persoalan, yang paling penting mereka mendapatkan imunisasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek, Sugito Teguh.
 
Pihaknya memastikan, untuk pelaksanaan program ini, pihaknya telah mendapatkan pasokan vaksin dari Kementerian Kesehatan dengan jumlah yang mencukupi untuk seluruh balit di wilayahnya. 
 
“Stoknya cukup banyak, bahkan bisa untuk imunisasi 100 ribu balita,” ujarnya.  
 
Sementara itu, sesuai data di dinas kesehatan, selama lima tahun terakhir wilyah Trenggalek 100 persen bebas polio dan tidak ada satupun warga yang terkena penyakit tersebut. (dim)