Trenggalek- Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur meminta Kementerian Kesehatan dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terus melakukan pemutakhiran data penerima jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Sugiri Sancoko di Trenggalek menilai, pemutakhiran penerima Jamkesmas di Jawa Timur sangat diperlukan, karena terjadi selisih yang cukup besar antara penerima tahun ini dengan tahun 2012 yang mencapai lebih dari 480 ribu jiwa.

“kami sedang mendorong Kemenkes dan TPN2K untuk pemutakhiran itu tidak dihentikan sekarang, sampai kemudian data itu mutakhir dan program yang berikutnya tidak terjadi seperti yang sekarang ini,” ungkap Sugiri Sancoko.  12/4/2013

Sugiri menambahkan seharusnya jumlah penerima Jamkesmas di Jawa Timur justru bertambah di banding tahun lalu, mengingat masih terdapat 80.409 warga miskin yang belum masuk dalam Jamkesmas.

Selain itu ia menilai pendataan yang dilakukan BPS dan TNP2K tidak valid, hal itu terbukti dari ditemukannya ribuan Jamkesmas yang salah sasaran.

Tahun ini Provinsi Jawa Timur mendapatkan alokasi Jamkesmas dari Kementerian Kesehatan sebanyak dua juta jiwa. (Dimas)