PACITAN (edhiebaskoro.com)- Partai Demokrat akhirnya “hanyut” terbawa arus politik mitra koalisinya di parlemen, seperti halnya Partai Golkar, PKS, dan PAN. Gerbong partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semula netral tidak ikut dukung-mendukung pasangan capres dan cawapres tersebut, saat ini menyatakan sikap politiknya mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Pernyataan sikap politik mendukung capres-cawapres Prabowo-Hatta tersebut dinilai banyak pihak sebagai hal yang sangat wajar. Selain memiliki historia dan ikatan emosional sangat kuat, antara Prabowo Subianto dan SBY yang sama-sama alumnus Akademi Militer, pun Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) merupakan menantu dari Muhammad Hatta Rajasa.
Ketua DPC PD Kabupaten Pacitan, H. Indartato menyatakan, sebagai ketua partai, ia harus patuh dan tunduk terhadap keputusan jajaran pengurus diatasnya. “Kalau pusat menyatakan mendukung Pak Prabowo-Hatta, tentu kami yang didaerah harus mengikuti arahan tersebut,” ujar Indartato, saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Rabu (2/7).
Namun sekali lagi, terkait posisinya sebagai kepala daerah, Indartato, menyatakan harus tetap menjunjung tinggi netralitasnya. “Sebagai bupati, saya harus tetap netral. Namun sebagai ketua partai, saya harus melaksanakan keputusan yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat,” jelasnya, diplomatis.
Indartato, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Demokrat di Pacitan, mengimbau kepada semua kader dan simpatisan partai, agar merapatkan barisan dan sepenuhnya mendukung pasangan Prabowo-Hatta sebagai Capres dan Cawapres masa bakti 2014-2019. Dia menegaskan, langkah politiknya itu sudah sesuai dengan arahan partai. Kalau sebelumnya hanya kader dan simpatisan, namun mulai detik ini, Partai Demokrat secara kelembagaan sudah menentukan sikapnya, mendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut satu. “Ini keputusan partai. Demokrat memang sepakat mendukung Prabowo-Hatta,” tukas Indartato yang juga menjabat sebagai Bupati Pacitan tersebut, kemarin. (frend/yun).