PonorogoSalah satu anggota Bawaslu Jawa Timur, Sri Sugeng Puji Atmiko meminta panwas untuk jeli khususnya dalam mengawasi penyusunan daftar pemilih. Pasalnya, daftar pemilih ini adalah masalah nasional yang sering kali menimbulkan konflik. Hal tersebut dikatakan saat memberikan sambutan kepada PPL se-kabupaten Ponorogo, Selasa (30/4).

Apalagi kata dia, tanggal 21 Mei 2013 mendatang bakal dimulai dilakukannya pemutakhiran data pemilih Pilgub Jatim. Menurutnya, 8503 PPL se Jatim termasuk Ponorogo diharapkan bekerja dengan maksimal. “Jangan sampai ada laporan ada warga negara yang tidak bisa mencoblos. Pastikan yang berhak bisa memilih,” tegasnya.  

Pihaknya berharap, sebisa mungkin tetap mengupayakan langkah pencegahan. Namun jika ditemukan pelanggaran, pengawas dapat memanggil penyelenggara untuk diklarifikasi.

Apabila ternyata nantinya masuk dalam pelanggaran administratif, akan dilakukan kepada penyelenggara untuk perbaikan. Tetapi jika itu masuk dalam ranah pidana atau kode etik, maka rekomendasi juga akan disampaikan kepada kepolisian maupun kepada DKPP melalui Bawaslu Jawa Timur.

Ia meminta PPL untuk segara berhubungan dengan Panwascam untuk bisa menjalankan tugas mengawal proses pilgub Jatim yang aman dan kondusif. “Hal ini penting karena saat ini bersamaan Pileg di seluruh Indonesia. Tahapan yang berhimpitan harus disikapi dengan baik,” tegasnya.

Seperti diketahui, sebanyak 307 Panitia Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) se Ponorogo untuk Pilgub Jatim 29 Agustus mendatang, dilantik di Aula Watoe Dhakon STAIN Ponorogo, Minggu (28/4) kemarin. Pelantikan PPL yang memakai baju warok itu dilakukan oleh Ketua Panwaslukab Ponorogo, Arif Supriyadi. Istimewanya acara ini disaksikan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Nur Hidayat Sardini, Bupati Ponorogo H. Amin, SH, MH, Wabup Yuni Widyaningsih, Sekda Agus Pramono, ketua KPU Kabupaten Ponorogo dan 21 camat. (MUH NURCHOLIS)