PONOROGO – Bupati Ponorogo  Amin  warning panitia ujian nasional (Unas), apabila tidak bisa bekerjasama dengan baik dalam pelaksanaan unas yang semakin dekat. Hal itu terungkap saat Bupati memberikan sambutan pelantikan dan pengambilan sumpah panitia ujian nasional tahun pelajaran 2012 / 2013 tingkat SD/MI, SDLB, SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA/SMK dan pendidikan kesetaraan paket A/B/C kejuruan Kebupaten Ponorogo di Gedung Korpri Ponorogo.

“Pelaksanaan unas tinggal menghitung tentunya persiapan telah dilakukan mulai dari persiapan siswa dengan melakukan Try Out, hingga persiapan para Panitia pelaksana Unas, karen itu agar pelaksanaan Unas tahun ini berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku  maka  seluruh panitia pelaksana unas tersebut dilantik,” kata Amin.

Dia juga berharap dengan adanya Ujian Nasional di Kabupaten Ponorogo peningkatan pembinaan kepada peserta didik pada gilirannya dapat meningkatkan prestasi yang menggembirakan tentu saja hal ini dengan tidak meninggalkan kejujuran semua pihak yang terkait. Kepada para kepala sekolah, guru agar memberikan motivasi positif terhadap semua itu karena ujian nasional hanyalah proses evaluasi yang rutin dilaksanakan pada akhir tahun pembelajaran di jenjangnya.

Unas merupakan harga mati atau harga diri siswa dan orang tua, untuk itu saya berharap agar seluruh panitia menjadikan kegiatan ini sebagai pertimbangan pokok, sekaligus sebagai tolok ukur bekerja yang baik. Dengan sudah terprogramnya sistem evaluasi yang akan dilaksanakan pada ujian nasional tahun ini yang sedikit berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya baik sistem pendataan peserta, mekanisme pelaksanaan maupun proses penilaian yang akhirnya menentukan kelulusan.

Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah berusaha untuk memperbaiki sumber daya manusia terutama out put dari masing-masing jenjang pendidikan. Selain itu dengan dihapusnya ujian nasional ulang dikandung maksud agar makna ujian nasional itu semakin bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan apalagi jika melihat prosedur operasi standar yang dikeluarkan Badan Nasional Pendidikan dimana tidak hanya 2 atau 5 paket tetapi seluruh siswa dalam ruang soalnya berbeda. Muh. Nurcholis